Breaking News:

Berita Manado

Penjual Cakalang Fufu di Manado Melarat, Pendapatan Turun Hingga 80 Persen

Saat ini di Kota Manado masih dalam masa penerapan PPKM Level 4,  sehingga ada pembatasan jam operasional.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Kios ole-ole tradisional di Sario, Manado, tampak sepi dan tak ada pembeli, Senin (30/8/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penjual cakalang fufu di Manado sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

Apalagi saat ini di Kota Manado masih dalam masa penerapan PPKM Level 4,  sehingga ada pembatasan jam operasional.

Terpantau kios ole-ole tradisional di Sario, Manado, tampak sepi dan tak ada pembeli, Senin (30/8/2021) sekitar pukul 11.00 Wita.

Karena sepi penjual terlihat tidur di kios tempatnya berjualan.

Triwardani Patta salat seorang penjual di kios ole-ole tersebut ketika diwawancarai menyampaikan dirinya sudah 4 tahun berjualan di lokasi tersebut.

Kios ole-ole tradisional di Sario, Manado, tampak sepi dan tak ada pembeli, Senin (30/8/2021).
Kios ole-ole tradisional di Sario, Manado, tampak sepi dan tak ada pembeli, Senin (30/8/2021). (tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan)

"Sudah empat tahun jualan di sini dan di tengah pandemi ini pendapatan sangat menurun," kata Tri sapaan akrabnya.

Sebelum pandemi dalam sehari biasanya penghasilan mereka sampai 3 jutaan, tapi sekarang sangat menurun.

"Pendapatan turun hingga sekutar 80 persen, karena sebelumnya penghasilan sehari 3 jutaan kini tinggal 20 sampai 700 ribu," keluhnya.

Kios ole-ole berjualan cakalang fufu di Sario ini dibuka selama 24 jam.

"Dengan adanya PPKM sekarang sangat berpengaruh, karena sebagian besar yang membeli cakalang di sini untuk ole-ole," ungkapnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved