Breaking News:

OPINI

Bersahabat dengan Musuh, Refleksi PPKM Tak Berkesudahan

Cepat atau lambat kita akan bersahabat dengan corona. Namun jika tak ada scenario pada wilayah ini, maka pilihannya kita angkat bendera putih.

Dokumen Baso Affandi
Baso Affandi SH, Penyintas covid-19 - Pengurus KAHMI Kota Manado 

Oleh: Baso Affandi SH
Penyintas Covid-19 - Pengurus KAHMI Kota Manado

DESEMBER 2019 menjadi bulan mengejutkan dunia. Saat itu China melaporkan ke WHO mengenai adanya beberapa kasus pneumonia aneh di Wuhan.

Dunia terbelalak kaget luar biasa dengan penyakit (wabah) baru yang berefek luar biasa.

Semua Negara panik dan mendeklarasikan diri untuK bersatu melawan penyakit tersebut, seolah tercipta musuh bersama yang memunculkan solidaritas dunia untuk melawannya.

Banyak pihak menyebutnya Covid-19 juga dipersepsikan dengan nama Corona.

Corona adalah kata Latin untuk mahkota. Adanya semacam duri berbentuk seperti mahkota di permukaan virus itu adalah alasan kenapa ia diberi nama ini,” (IB Times).

Selain Covis-19 yang merupakan tipe baru VIRUS CORONA, ada pula tipe lainnya. Termasuk Acute Respiratory Syndrome atau SARS, dan Middle East Respiratory Syndrome atau MERS-CoV.

Seperti COVID-19, kemunculan pertama SARS juga terjadi di China pada November 2002 sampai Juli 2003. Terdapat 8.000-an orang terinfeksi dan 774 meninggal. Penyebarannya mencapai 17 negara.

Adapun MERS pertama kali terdeteksi di Arab Saudi pada tahun 2012 dan sejak itu menyebar ke beberapa negara.

Para penderita mengalami sakit pernapasan yang cukup parah dan berpotensi meninggal dunia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved