Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Asusila

Seorang Ayah Tega Lakukan Aksi Bejat ke Putri Kandung yang Berusia 11 Tahun hingga Kini Melahirkan

Seorang gadis 11 tahun jadi oelampiasan orangtua kandungnya, diiketahui gadis tersebut kini hamil karena ulah ayah kandungnya.

Editor: Glendi Manengal
Bangka Pos
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang gadis 11 tahun jadi oelampiasan orangtua kandungnya.

Diketahui gadis tersebut kini hamil karena ulah ayah kandungnya.

Aksi bejat seorang ayah ke anak kandungnya sendiri dilakukan saat istri bekerja.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem Jumat 27 Agustus 2021, Waspada Cuaca di 24 Wilayah Berikut Ini

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah - Merpati Band, Mudah Dimainkan

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Aku Pasti Kembali - Pasto, Waktu Tlah Tiba Aku kan Meninggalkan

ilustrasi. (tribratanewsriau.com)

Kasus rudapaksa anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Diketahui yang menjadi korbannya adalah anak perempuan berusia 11 tahun, DA.

Sedangkan pelakunya merupakan orang dekat korban, yakni ayah kandungnya sendiri bernama Sawirin (39).

Akibat perbuatannya, korban hamil dan kini sudah melahirkan.

Sedangkan untuk pelaku harus siap menerima nasibnya mendekam di balik jeruji penjara.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, kejadian memprihatinkan ini terkuak oleh penyidik setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

Dari hasil pemeriksaan pelaku dan korban serta saksi, terbongkar aksi bejat sang ayah yang dilakukan pertama kali pada bulan januari 2021.

"Setelah dapat laporan, kita lakukan pemeriksaan dan akhirnya terkuak pelaku adalah bapaknya sendiri," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Rabu (25/8/2021).

Perwira menengah itu menjelaskan, alasan pelaku nekat menodai anak kandungnya karena nafsu.

Perbuatan bejat itu dilakukan di rumahnya sendiri siang hari, saat sang istri sedang bekerja jadi buruh tani di sawah.

Korban yang tak berdaya menuruti kemauan bapaknya karena dibentak serta diancam itu, mendapatkan perlakuan kasar hingga terjadi persetubuhan.

"Dilakukan di rumah saat siang, saat istri di sawah.

Menurut pengakuan pelaku sudah 9 kali menyetubuhi anaknya, murni karena nafsu," terang Pandia.

Mantan Kapolres Tulungagung itu menambahkan, kini proses hukum sedang berjalan dan korban yang telah melahirkan dengan prematur itu mendapat pengawasan dari unit UPPA Satreskrim.

Pelaku oleh penyidik UPPA, dijerat pasal 76 D jo pasal 81 ayat (3), Undang-Undang Republik Indonesia 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang Undang yang berbunyi Pasal 81 ayat (3), dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

ilustrasi. (Surya.co.id)

Polisi juga mengamankan barang bukti di antaranya, satu selimut warna merah kuning, satu kemeja lengan panjang warna merah motif garis, satu baju warna putih hijau dan satu CD warna putih.

"Demi keamanan dan kenyamanan, korban kita awasi dan kita beri perhatian supaya trauma yang dialami bisa segera pulih. Korban telah melahirkan anak yang dikandungnya dengan prematur," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Anak di Bojonegoro Jadi Pelampiasan Bejat Ayah Kandung, Dirudapaksa 9 Kali hingga Hamil, https://jatim.tribunnews.com/2021/08/25/anak-di-bojonegoro-jadi-pelampiasan-bejat-ayah-kandung-dirudapaksa-9-kali-hingga-hamil?page=all

(TribunJatim.com/ M Sudarsono)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved