Berita Sulut

Masata Yakin Sulut Masuk 3 Besar Penyumbang Angka Kunjungan Wisatawan di Indonesia

Bupati Minut, Joune Ganda menjadi keynote speaker didampingi Ketua Masata, Panca Sarungu (kanan) dan Ketua Astindo, Paulina Suharno.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Bupati Minut, Joune Ganda menjadi keynote speaker didampingi Ketua Masata, Panca Sarungu (kanan) dan Ketua Astindo, Paulina Suharno dalam FGD Identifikasi Potensi Wisata Minat Khusus Bahari di JG Center, Minut, Jumat (27/08/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sulut bakal menjadi destinasi favorit wisatawan beberapa tahun ke depan.

Ketua Umum DPP Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Indonesia, Panca Rudolf Sarungu mengatakan, pihaknya memperkirakan, Sulut masuk tiga besar destinasi dengan inbound--wisatawan yang datang berkunjung--tertinggi.

"Kami perkirakan, Sulut akan jadi daerah masuk tiga besar inbound dalam satu dekade ke depan," jelas Sarungu dalam FGD Identifikasi Potensi Wisata Minat Khusus Bahari di JG Center, Minut, Jumat (27/08/2021)

Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Terlepas dari kondisi saat ini yang masih pandemi Covid-19, Sulut punya sejarah pernah mencatat kenaikan angka kunjungan wisman 600 persen selang 2016-2019.

"Selain itu keunggulan Sulut itu secara geografis, sebagai main gate Indonesia ke Pasifik. Sangat dekat ke Tiongkok dan Jepang."

"Dua negara dengan wisatawan terbanyak di Asia," jelas Panca yang juta Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).

Ia menjelaskan, jumlah rata-rata wisatawan domestik Indonesia di angka 250 juta orang.

Sementara inbound-nya cuma 16 juta. Masih di bawah Malaysia yang mencapai 27 juta dan Singapura 19 juta orang.

Katanya, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang akan menjadi daya tarik utama agar wisman dan wisnus datang.

Sejauh ini, tiga destinasi dengan kunjungan wisatawan terbesar ialah Bali, Batam dan Jakarta.

"Kita yakin ketika kondisi benar-benar pulih, orang bebas bepergian, banyak yang datang asalkan Likupang dan destinasi penunjang lainnya dikelola dengan baik," katanya

Panca mengatakan, daerah harus siap ketika wisatawan membludak. Daerah harus punya manajemen pariwisata yang baik.

Termasuk soal pengelolaan sampah di tempat wisata. Pentingnya mengutamakan pariwisata yang berkelanjutan.

"Ada pengalaman di Maldives, wisatawan yang datang membludak tidak diimbangi dengan kemampuan daerah," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved