Berita Nasional

Fadli Zon Dukung Taliban, Akui Kini Sudah Berubah: Sebuah Pemerintahan yang Inklusif

Taliban bisa menjadi harapan baru bagi stabilitas politik di Afghanistan. Hal tersebut dijelaskan oleh Fadli Zon.

Editor: Rhendi Umar
via spiritriau.com
Politisi Gerindra, Fadli Zon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Taliban bisa menjadi harapan baru bagi stabilitas politik di Afghanistan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Fadli Zon.

"Menurut saya langkah yang dilakukan oleh Taliban dengan melakukan pengampunan massal itu adalah langkah simpati, langkah yang bisa menjadi semacam awal dari rekonsiliasi nasional dengan membentuk sebuah pemerintahan yang inklusif," ujarnya seperti dalam tayangan YouTube miliknya, Fadli Zon Official, yang diunggah Kamis (26/8/2021).

Diberitakan, para pemimpin Taliban disebut telah memaafkan semua pihak yang melawan mereka.

Taliban memastikan tidak akan melakukan balas dendam.

Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016)(
Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016)( (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra

Sebelumnya, lanjut Fadli Zon, banyak yang menarasikan Taliban adalah sosok yang penuh kekejaman, tidak menghormati wanita, dan lain-lain.

Namun, banyak juga analis yang mengatakan Taliban sekarang ini adalah Taliban yang berbeda.

"Ada transformasi termasuk dalam proses perjuangannya, kita lihat ketika menjelang memasuki Kabul narasi yang dibangun adalah narasi yang inklusif."

"Pendekatan Taliban yang sekarang ini lebih banyak pendekatan politik dan lebih kepada tujuan mencari solusi politik, bukan pendekatan militer," ujar Politikus Partai Gerindra tersebut.

Termasuk memberikan semacam general amnesty atau pengampunan massal pada seluruh warga Afghanistan termasuk pejabat pemerintahan Afghanistan, setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri ke luar negeri.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga mengatakan soal pengaruh Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, hingga akhirnya sepakat untuk pergi meninggalkannya, setelah 20 tahun lamanya.

Menurutnya, banyak sekali analisa yang menyampaikan bahwa AS telah kalah dari Taliban.

Juga pendekatan yang dilakukan oleh AS ternyata tidak mendapatkan dukungan atau simpati dari warga Afghanistan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved