Kabar Tokoh
Masih Ingat Irjen Rudy Sufahriadi? Dicopot Kasus Rizieq Shihab, Kini Kapolda Sulteng, Karier Moncer
Irjen Pol Rudy Sufahriadi pun dicopot sebagai Kapolda Jawa Barat dan dimutasi ke menjadi Widyaiswara Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri 16 November 2020
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Irjen Rudy Sufahriadi ? mantan Kapolda Jawa Barat yang kini menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sosok Irjen Rudy Sufahriadi sempat menjadi sorotan saat kerumunan acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Jawa Barat.
Irjen Pol Rudy Sufahriadi pun dicopot sebagai Kapolda Jabar dan dimutasi ke menjadi Widyaiswara Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada 16 November 2020.
Kurang lebih sembilan bulan setelah peristiwa kerumunan di Megamendung, Rudy kembali bersinar.
Di era Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Rudy dipercaya sebagai Kapolda Sulteng menggantikan Irjen Pol Abdul Rakhman Baso yang dimutasi dari jabatannya dalam rangka pensiun.
Rotasi itu berdasarkan surat telegram bernomor ST/1701/VIII/KEP/2021 tertanggal 25 Agustus 2021.
Surat ditandatangani oleh As Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Wahyu Widada atas nama Kapolri.
Hal ini dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.
"Iya benar (surat telegram, Red)," kata Rusdi saat dikonfirmasi, Rabu (25/8/2021).
Dalam surat telegram itu disebutkan rjen Pol Abdul Rakhman Baso akan mengisi jabatan perwira tinggi Korbrimob Polri dalam rangka pensiun.
Lalu, jabatan Widyaiswara Kepolisian Utama Sespim Lemdiklat Polri nantinya akan dijabat Brigjen Pol Eddy Hartono yang sebelumnya menjabat perwira tinggi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Profil dan Biodata Irjen Rudy Sufahriadi
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriady Novianto, dicopot hari ini lantaran protokol kesehatan, Senin (16/11/2020). (Tribun Jabar)
Pria yang akrab disapa dengan sebutan Irjen Rudy Gajah ini pernah bergabung dalam satuan elite pemberantas teroris, Densus 88.
Rudy juga sempat bertugas di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Berikut rekam jejak Irjen Rudy Sufahriadi selengkapnya:
1. Pernah jadi sasaran tembak di Poso
Rudy Sufahriadi lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 23 Agustus 1965 silam.
Rudy Sufahriadi memasuki Akademi Kepolisian pada 1988.
Sejak lulus dari Akademi Kepolisian pada 1988, Rudy Sufahriadi memang mengawali kariernya sebagai komandan peleton Brimob.
Kemudian, Rudy melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian pada 1996.
Pada 2004, Rudy menjalani pendidikan lanjutan di Sekolah Pimpinan Polri.
Pada 2005, Rudy Sufahriadi ditunjuk menjadi Kapolres Poso, Sulawesi Tengah.
Saat jadi Kapolres Poso, ia bahkan dikabarkan memang pernah jadi sasaran teroris.
Diolah Tribunjabar.id dari berbagai sumber, ia disebut sempat menjadi sasaran tembak saat selesai salat subuh dari masjid.
Untungnya, Rudy Sufahriadi sigap sehingga bisa lolos dari hantaman peluru yang ditembakkan.
Dua tahun di Poso, Rudy ditarik ke Jakarta.
2. Kepala Densus 88 Polda Metro Jaya
Ia sempat menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2007.
Lalu, ia menjadi Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya pada 2007.
Rudy kemudian diangkat menjadi Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara pada 2009.
Ia menjadi Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri pada 2010.
Lalu, Rudy menjadi Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2010 sampai 2016.
3. Terlibat perburuan kelompok Santoso
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana (kiri) dan Irjen Pol Rudy Sufahriadi (kanan). (Tribunnews.com)
Pada 2016 sampai 2018, Rudy menduduki jabatan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.
Bahkan, Rudy juga terlibat dalam perburuan kelompok Santoso, yaitu Operasi Tinombala.
Irjen Rudy Sufahriadi terdepan buru Kelompok Santoso dalam Operasi Tinombala
Operasi Tinombala ini merupakan operasi gabungan yang terdiri dari sejumlah pasukan elite dari Polri dan TNI.
Hingga akhirnya, kelompok Santoso yang sembunyi di hutan belantara kawasan pegunungan di Poso itu bisa dilumpuhkan.
Ia memang sudah mengenal seluk beluk Poso sejak menjadi Kapolres Poso.
4. Karir moncer di Brimob
Setelah menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, ia diangkat menjadi Kepala Korps Brimob Polri pada 2018.
Tahun berikutnya, Rudy diangkat menjadi asisten operasi Kapolri.
Setelah itu, Rudy Sufahriadi resmi menjabat menjadi Kapolda Jawa Barat pada 26 April 2019.
Namun, akhirnya ia dimutasi menjadi Widyaiswara tingkat 1 Lemdiklat Polri karena dianggap tidak menegakan aturan protokol kesehatan di wilayahnya khususnya terkait kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bogor, Jawa Barat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sempat Dicopot Karena Kerumunan Megamendung, Kini Irjen Rudy Sufahriadi Jadi Kapolda Sulteng