Breaking News:

Bupati Sitaro Kritik Bangunan Pasar Ulu yang tak Sesuai Rencana Awal

Sasingen sedikit menyesalkan tata letak bangunan yang masuk program pengelolaan perikanan tangkap tersebut.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
Dokumentasi Bagian Prokopim Sitaro
Bupati Evangelian Sasingen 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meski di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus melakukan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Salah satu yang kini berproses adalah proyek pembangunan Pasar Ikan Ulu Siau yang terletak di wilayah Kecamatan Siau Timur (Sitim). Pada Kamis (26/8/2021) pagi, Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen meninjau langsung jalannya pembangunan berbandrol Rp 1,035 miliar itu. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan pimpinan daerah terhadap berbagai proyek infrastruktur yang ada di Kabupaten Sitaro.

Dalam peninjauan tersebut, Sasingen sedikit menyesalkan tata letak bangunan yang masuk program pengelolaan perikanan tangkap tersebut. "Seharusnya posisi bangunan ini disesuaikan dengan rencana pembangunan jangka panjang, khususnya pembangunan di areal pasar ini," kata bupati di hadapan pihak ketiga dan pimpinan OPD teknis, dalam hal ini Kepala Dinas Perikanan Nova Lahengking dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja Jostanlie Bogar.

Ia pun meminta agar pihak terkait dalam proyek tersebut bisa menemukan cara agar pembangunan proyek tersebut tidak merusak perencanaan awal terhadap pembangunan pasar jangka panjang.

"Kita harus memaksimalkan lahan yang ada. Jangan sampai bangunan ini mengganggu perencanaan ke depan," ungkap bupati.

Dihadapan wartawan, bupati menyebut adanya rencana pembangunan jembatan antara pasar ikan di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pasar induk. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan lokasi yang ada untuk menampung para pedagang.

"Ini (pasar ikan) jadi awal dari pembangunan pasar ke depan. Jadi kita akan bangun jembatan antara dua gedung, sehingga bagian atasnya kita bisa baikgunakan untuk kuliner dan sejenisnya," ujar Sasingen.

Berdasarkan data yang terpampang pada papan proyek diketahui pembangunan pasar ikan itu dikerjakan oleh CV Geopentra dengan waktu pengerjaan selama 150 hari kalender. Turut mendampingi bupati dalam peninjauan proyek tersebut antara lain Asisten II Sekda Agus Poputra serta beberapa pimpinan OPD di lingkungan pemerintah daerah. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved