Afghanistan vs Taliban
Perbandingan ANA Commando Corps vs Badri 313, Pasukan Khusus Afghanistan dan Pasukan Elite Taliban
Pasukan elite Afghanistan menyatakan janjinya untuk menumpas habis Taliban di tengah persiapan melakukan perlawanan kembali.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti apa perbandingan pasukan khusus atau pasukan elite Afghanistan dan pemberontak Taliban?
Kekacauan yang sedang terjadi di Afghanistan menimbulkan pertanyaan, ke manakah militer negara itu?
Kelompok radikal Taliban pada Minggu, 15 Agustus 2021, merebut Ibu Kota Kabul setelah sebelumnya merebut kota-kota besar lainnya di Afghanistan.
Usut punya usut, Afghanistan memiliki pasukan elit bernama Afghan National Army Commando Corps atau ANA Commando Corps.
Pasukan ini dibentuk dari beberapa batalion yang ada di Angkatan Darat Afghanistan.

Bahkan Pasukan elite Afghanistan menyatakan janjinya untuk menumpas habis Taliban di tengah persiapan melakukan perlawanan kembali.
Kekuatan mereka dihimpun lagi oleh Wakil Presiden Afghanistan, Amirullah Saleh, setelah mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin sah negara tersebut.
Saleh menyerukan konsentrasi pasukan elite Afghanistan di Lembah Panjshir, sekitar 128 km dari Kabul. Tempat itu adalah satu-satunya yang belum dikuasai Taliban.
Afghanistan dan pemberontak Taliban sama-sama memiliki pasukan khusus atau pasukan elite.
Namun dalam peperangan beberapa hari terakhir, pasukan elite Taliban justru menang lawan pasukan elite pemerintahan Afghanistan.
Terbukti, hampir seluruh wilayah Afghanistan termasuk ibu kota Kabul jatuh ke tangan pasukan Taliban.
Lalu apa perbedaan pasukan elite Taliban dengan pasukan elite Afghanistan?
Pasukan Elite Afghanistan
Afghanistan memiliki pasukan elit bernama Afghan National Army Commando Corps atau ANA Commando Corps.
Pasukan ini dibentuk dari beberapa batalion yang ada di Angkatan Darat Afghanistan.
ANA Commando Corps didirikan persisnya pada awal 2007, dimana pasukannya berasal dari batalion-batalion di Angkatan Darat Afghanistan.

Pasukan yang terpilih masuk ANA Commando Corps, akan diberikan pelatihan khusus dan diberi perlengkapan khusus pula.
Selanjutnya, mereka dilatih lagi di batalion Ranger Regimen di Amerika Serikat
Jumlah pasukan ANA Commando Corps sekitar 7 persen dari 300 ribu pasukan militer Afghanistan.
Meski jumlahnya sedikit, pasukan ini memerangi sekitar 75 persen pertempuran melawan Taliban dan kelompok radikal lainnya di Afghanistan.
Operasi pertama dilakukan pasukan ANA Commando Corps adalah sebuah misi selama dua hari pada September 2007 di wilayah selatan Jalalabad, distrik Sherzad, provinsi Nangarhar.
Di sana, mereka menyita senjata, lebih dari 80 kilogram opium dan menahan Shir Khan, sosok yang dikenal sebagai pembuat alat peledak.
Dilatih oleh Amerika Serikat (AS) dan dilengkapi dengan peralatan canggih, pasukan elite Afghanistan adalah senjata garis depan melawan Taliban.
Akan tetapi, berkurangnya dukungan militer AS membuat mereka tak bisa berbuat banyak seperti dulu lagi.
Alhasil hampir seluruh kota-kota di Afghanistan kini jatuh ke tangan Taliban termasuk Ibu Kota Kabul.
Mengenakan kacamata penglihatan malam, senapan buatan AS, dan peralatan tempur modern lainnya, pasukan khusus Afghanistan sempat mengejutkan Taliban ketika mereka pertama kali muncul pada 2008.
Para pelatih mereka dari Amerika memujinya sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan, yang pada akhirnya dapat membantu Pemerintah Afghanistan memberantas Taliban dan mempercepat keluarnya AS.
"Operasi khusus di Afghanistan diciptakan secara unik menurut citra kami sendiri," kata Todd Helmus, analis RAND Corporation yang berbaur dengan tentara di lapangan pada 2013, kepada AFP.
"Mereka sangat bagus. Mereka sangat terlatih. Mereka tahu cara menembak, bergerak, dan berkomunikasi."
• Zikri Daulay Akui Sempat Galau hingga Vertigo Sebulan Usai Bercerai dari Henny Rahman
Di negara di mana pelatihan untuk tentara lokal sering kali belum sempurna, latihan untuk pasukan khusus sangat intensif, yaitu 14 minggu latihan menembak, taktik regu, serangan udara, dan latihan tembakan langsung.
Kontraktor swasta berperan menghimpun personel pasukan khusus Afghanistan.
Sebuah iklan pekerjaan online dari raksasa pertahanan AS Raytheon yang sekarang sudah kedaluwarsa berbunyi, mereka mencari kandidat untuk Ktah Khas (KKA), salah satu divisi pasukan khusus paling elite yang terdiri dari tentara, polisi, dan intelijen unit agensi.
Dalam 10 tahun, jumlah mereka bertambah banyak, walau tidak diketahui angka pastinya.
Namun, dua sumber keamanan mengatakan kepada AFP, ada sekitar 56.000 personel pasukan khusus yang terdiri dari tentara, polisi, dan dinas intelijen.
"Tentara pemberani ini tidak pernah kalah perang, dan mereka tidak akan pernah kalah," kata komandan pasukan AS di negara itu, Jenderal John Nicholson, pada 2017.
Pada tahun yang sama, pasukan elite Afghanistan menjadi memukau publik karena perannya dalam membunuh Abdul Hasib, ketua ISIS di Afghanistan.
Namun, sementara Mayor Jenderal Alizai mengatakan kepada AFP bahwa mereka sekarang dilatih oleh warga Afghanistan lainnya, analis berpendapat bahwa pasukan khusus selalu terlalu bergantung pada bantuan asing, mulai dari pengumpulan intelijen hingga logistik, yang membuat mereka pada dasarnya bisa jadi lemah setelah penarikan AS dan NATO.
"Kami melihat kegagalan kebijakan itu, sekarang ada pengakuan natural bahwa jelas kami perlu melatih unit-unit ini untuk bertarung sendiri, sehingga mereka tidak membutuhkan kami lagi," kata Helmus dari RAND.
Dengan penarikan AS yang hampir selesai, pasukan elite Afghanistan menjadi garis pertahanan terakhir melawan Taliban.
"Satu-satunya hal yang menghambat kemajuan Taliban saat ini adalah pasukan khusus dan angkatan udara," ujar Vanda Felbab-Brown, rekan senior di Brookings Institution, kepada AFP saat milisi belum menguasai Afghanistan.
Pengerahan cepat saat itu berhasil mempertahankan Qala-i-Naw, ibu kota provinsi pertama yang diserang Taliban sejak pasukan asing mulai menarik diri pada Mei, serta Kandahar di selatan dan Herat di barat, untuk mencegah jatuhnya ibu kota provinsi di sana.
Di pusat-pusat pertempuran itu, pasukan khusus Afghanistan sering mendapati diri mereka kewalahan dan tanpa bantuan lokal.
Pada Juni contohnya, satu unit yang terdiri dari sekitar 24 pasukan khusus, yang dikirim untuk memperkuat pertahanan lokal, ditaklukkan oleh Taliban di provinsi utara Faryab.
Video yang diunggah online menunjukkan pasukan itu dieksekusi setelah menyerah.
Di antara yang tewas adalah Mayor Sohrab Azimi, bintang yang sedang naik daun di tentara Afghanistan yang kematiannya memicu kemarahan publik atas ketidakmampuan militer.
Ayahnya, pensiunan Jenderal Zahir Azimi, di media sosial menuduh para petinggi gagal memberikan dukungan yang cukup kepada unit putranya.
"Dalam kasus ini, pasukan operasi khusus ditinggalkan begitu saja oleh tentara reguler," kata Felbab-Brown dari Brookings.
"Mereka membiarkan pasukan komando dicabik-cabik."
Ada kekhawatiran bahwa hasil brutal seperti itu bisa terulang lagi, karena tentara Afghanistan menyerahkan lebih banyak wilayah kepada Taliban dan pasukan khusus dikerahkan untuk memerangi pertempuran yang semakin sulit dimenangi.
Akan tetapi, Mayor Jenderal Alizai menegaskan bahwa pasukannya bisa bertahan.
"Setiap hari kita kehilangan orang-orang hebat, pria-pria tangguh, para perwira yang sangat baik, NCO, dan tentara," katanya.
"Itu tidak akan memengaruhi moral siapa pun... kami siap berkorban lebih banyak."
Pasukan Elite Taliban
Taliban memiliki pasukan khusus bernama Badri 313.
Peristiwa perang Badar yang terjadi pada masa lalu menjadi inspirasi bagi Pasukan Taliban dalam memberi nama pasukan khusus mereka.

Pejuang bersenjata lengkap dengan peralatan canggih Amerika dan rompi anti peluru bergaya komando dan 'kacamata penglihatan malam'.
Dikutip dari Dailymail, Badri 313 dilaporkan adalah unit komando khusus Taliban di Afghanistan.
Laporan yang keluar dari negara mengatakan mereka berpatroli di jalan-jalan Kota Kabul.
Taliban sebelumnya telah merilis video dan gambar tentara unit tersebut.
Mereka ditampilkan sebagai dilengkapi dan dipersenjatai dengan perangkat keras militer modern.
Ini bukan Salwar Kameez dan AK-47 khas yang disandang di bahu yang telah menjadi identik dengan pejuang Taliban.
Laporan tentang unit pasukan khusus Taliban yang berpatroli di Kabul mulai muncul dari Afghanistan, menghancurkan citra stereotip yang dipegang oleh banyak kelompok militan.
Alih-alih Salwar Kameez dan AK-47 khas yang disandang di bahu yang telah menjadi identik dengan pejuang Taliban, pasukan batalyon 'Badri 313' adalah pasukan khusus yang sama sekali berbeda.
Unit pasukan tersebut, yang sebelumnya diluncurkan oleh Taliban dalam materi promosi, dilaporkan sangat terlatih dan dilengkapi dengan peralatan militer canggih.
Di mana unit memperoleh persenjataan militer tidak diketahui, tetapi tampaknya merupakan kombinasi dari perangkat keras militer AS dan yang digunakan oleh pasukan Afghanistan, kemungkinan hasil sitaan ketika pasukan Barat dan sekutu mundur dari negara itu.
Dalam video yang dirilis oleh kelompok tersebut, para prajurit Badri 313 terlihat dengan helm militer dan kacamata hitam bukan memakai turban atau serban seperti biasa.
Memakai rompi anti peluru di atas jaket kamuflase dan celana panjang. Tidak memakai jubah khas Taliban yang dipersenjatai dengan senapan taktis.
Selain itu, unit tersebut tampaknya dipersenjatai dengan pistol modern, mengenakan sepatu bot tempur modern.
Bahkan memiliki kacamata penglihatan yang bisa menembus gelapnya malam. Membuat mereka sulit dibedakan dari unit tempur khusus negara lain.
Gambar unit gaya komando khusus sebelumnya telah dirilis, dan sekarang ada laporan bahwa personelnya berpatroli di jalan-jalan Kabul setelah Taliban menguasai kota pada hari Minggu.
Menurut laporan di media sosial Afghanistan, mereka telah dikerahkan untuk tujuan keamanan setelah serangan kilat Taliban di negara itu memuncak ketika mereka mengambil alih Afghanistan untuk pertama kalinya sejak 2001.
Menurut sebuah laporan dari India Today, Badri 313 bersiap seperti unit komando pasukan khusus lainnya.
Menggunakan pelatihan taktis dan serangan di lokasi yang dirahasiakan yang dijalankan oleh Taliban.
Ketika Taliban pertama kali merilis gambar Badri 313, para ahli percaya bahwa mereka mengirim sinyal yang menunjukkan bahwa mereka bukan lagi kelompok petani yang lusuh, tetapi sekarang memiliki kemampuan militer modern.
Kegigihan Taliban telah didokumentasikan dengan baik, tetapi kurangnya peralatan mereka selalu menempatkan mereka pada kerugian yang signifikan terhadap pasukan AS dan NATO.
Penambahan kacamata penglihatan malam khususnya cukup mengejutkan ketika gambar Badri 313 dirilis, menunjukkan bahwa Taliban sekarang akan lebih siap untuk memerangi serangan pada malam hari.
Zaid Hamid, seorang veteran perang Soviet-Afghanistan, mengatakan kepada The Sun pada bulan Juli bahwa tampaknya Taliban telah 'naik satu langkah'.
"Ketika saya menjadi bagian dari Mujahidin Afghanistan, kami mengalahkan Uni Soviet menggunakan senjata Soviet, baik yang diambil dari tentara Soviet atau diberikan kepada kami oleh sekutu kami.
Tapi Taliban Afghanistan telah melangkah lebih jauh. Mereka hanya merebut dari Amerika dan tentara Afghanistan," kata Hamid kepada surat kabar itu.
Dalam video dan gambar yang dirilis oleh kelompok tersebut, para prajurit Badri 313 terlihat dengan helm militer dan kacamata hitam bukan tuban biasa, rompi anti peluru di atas jaket kamuflase dan celana panjang bukan jubah khas, dan dipersenjatai dengan senapan taktis.
Prajurit Badri 313 menjalani latihan dalam beberapa foto yang bereadar.
Unit (foto) dilaporkan dinamai Pertempuran Badar yang tertulis dalam Al Qur'an, di mana Nabi Muhammad berhasil mengalahkan pasukan musuh hanya dengan 313 orang sekitar 1.400 tahun yang lalu
Situs web Pertahanan Pakistan mengatakan bahwa itu menunjukkan bahwa Taliban bukan lagi sekelompok petani, tetapi pasukan paramiliter profesional, dengan seorang ahli menyarankan bahwa mereka bahkan lebih siap daripada tentara Pakistan.
Pertanyaan pasti akan muncul tentang bagaimana Taliban memiliki peralatan militer berteknologi tinggi seperti itu?
Beberapa menyebutkan bahwa mereka telah mencuri atau merebutnya dari pasukan AS yang pergi atau mereka mengalahkan tentara Afghanistan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Perbandingan Pasukan Khusus Taliban dengan Tentara Elite Afghanistan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pasukan-khusus-taliban-dengan-tentara-elite-afghanistan.jpg)