Kebakaran di Kotamobagu
Kebakaran di Kotamobagu, Korban Hanya Bisa Bawa Baju di Badan
Mata keduanya berkaca-kaca ketika mengitari rumah mereka yang sudah ratah tanah. "Tak ada yang bisa diselamatkan," kata Elsye.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Frandi Piring
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado --- Elsye dan Marlin hanya pasrah melihat harta benda mereka terpanggang oleh api.
Keduanya ibu rumah tangga ini hanya bisa mencari sisa-sisa barang berharganya di sisa runah yang sudah hangus terbakar.
Mata keduanya berkaca-kaca ketika mengitari rumah mereka yang sudah ratah tanah.
"Tak ada yang bisa diselamatkan," kata Elsye saat ditemui tribunmanado.co.id, Minggu (22/8/2021).
Ia mengaku tak menyangka jika api akan melahap habis rumahnya.
Api yang begitu cepat membuatnya berpikir untuk menyelamatkan dirinya saja.
"Saya lihat dindingnya sudah menyala, seketika saya lari keluar rumah," aku dia.
Surat-surat berharga seperti KK, Sertifikat Tanah, dan masih banyak lainnya tak bisa diselamatkan.
"Mungkin ini ujian Tuhan," aku dia.
Hal senada diungkapkan Marlin korban lainnya.
Ibu tiga anak ini mengaku jika hanya bisa menyelematkan baju di badan.
"Hanya ada baju dibadan saja, yang lain sudah hangus terbakar," beber dia.
Dirinya mengatakan tak pernah punya firasat jika peristiwa ini akan terjadi.
Ketika mendengar suara teriakan kebakaran, dirinya langsung keluar rumah.
"Saya lompat dan lari keluar rumah, untung anak-anak sedang bermain di luar rumah," aku dia.
Dia berharap, ada uluran tangan pemerintah untuk membangun kembali rumahnya.
"Karena hanya ini harta benda kami, jadi semoga ada bantuan dari pemerintah," tegas dia.
7 Rumah
Kebakaran yang terjadi di Kotamobagu, Sabtu (21/8/2021) itu melahap tujuh rumah.
Hal ini dikatakan oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati ketika dihubungi Tribunmanado.co.id.
Menurutnya, tujuh rumah tersebut terkena dampak dari api yang menjalar begitu cepat.
"Tujuh rumah yang kena dampak, tapi yang rusak 100 persen hanya tiga rumah," aku dia.
Ia menambahkan untuk sementara dugaan api berasal dari arus pendek listrik.
"Dugaan sementara dari arus pendek listrik, tapi masih kita kembangkan," tegas dia.
Sedangkan untuk kerugian material, Mantan Kapolres Talaud ini membeberkan jika kerugiannya mencapai ratusan juta.
"Kalau angka kerugiannya kami perkirakan ratusan juta," bebernya.
Kebakaran rumah ini terjadi di Kelurahan Kotabango, tepatnya di Lorong Osion, Kota Kotamobagu, Sabtu (21/8/2021) sekitar pukul 15.00 Wita.
Musram Mokodompit, salah satu warga mengatakan jika kaget saat melihat api sudah membesar.
"Tiba-tiba ada warga yang berteriak dan lari keluar lorong," ujarnya.
Ia menambahkan jika api sangatlah cepat membesar.
Dirinya dan beberapa warga mencoba memadamkan dengan alat seadanya, tapi sudah terlambat.
"Saat kami masuk ke dalam, api sudah membesar," bebernya.
Sementara itu, Rio Sondakh warga lainnya mengatakan angin yang bertiup kencang sore tadi juga membuat api cepat menjalar.
"Apinya sangat cepat, kami tak bisa berbuat banyak," tegas dia. (Nie)
Tentang Kotamobagu
Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Jarak Kotamobagu ke Kota Manado yakni 171,2 km, atau memakan waktu sekitar 5 jam 2 menit perjalanan dengan kendaraan.
Sumber pendapatan utama kota ini adalah padi dan jagung.
Kota Kotamobagu mencakup wilayah daratan dan kepulauan dengan total luas daratan 184.33 km2.
Masyarakat Kota Kotamobagu sebagian besar adalah etnis Bolaang Mongondow.
Saat ini Kotamobagu dipimpin oleh Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan. (*)
• Selamat Ya! 7 Zodiak ini Diramal Bakal Beruntung Besok Senin 23 Agustus 2021, Mereka Paling Mujur
• Arti Mimpi Main Petak Umpet, Bisa Jadi Pertanda Baik Maupun Buruk, Simak Tafsir Lengkapnya
• Kisah Anak-anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19, Sampai Jadi Tulang Punggung Keluarga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kebakaran-rumah-terjadi-di-kelurahan-kotabango-tepatnya-di-lorong-osion-kota-kotamobagu.jpg)