Gempa Bumi Terkini
Gempa Terkini Minggu 22 Agustus 2021, Info BMKG Berikut Magnitudo dan Pusat Gempa
Tercatat oleh BMKG, gempa terjadi pagi ini Minggu 22 Agustus 2021. Berkekuatan magnitudo 3,6 Skala Richter (SR).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tercatat oleh BMKG, gempa terjadi pagi ini Minggu 22 Agustus 2021.
Mengguncang Maluku, Minggu (22/8/2021) Pukul 08:59:56 WIT.
Baca juga: Gempa Bumi Malam Ini Sabtu 21 Agustus 2021. Info BMKG Berikut Magnitudo dan Pusat Gempa
Baca juga: Update Info Terbaru Kejadian di Margo City Mall, Ada Korban yang Mengaku Kena Api
Baca juga: Gempa Tadi Malam di Laut, Info Terkini BMKG Berikut Kekuatan dan Pusat Gempa
Gempa bumi Minggu 22 Agustus 2021 (Kolase Tribun Manado)
Info dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku.
Gempa berkekuatan 3,6 SR itu terjadi pada pukul 8.59 WIT.
Berdasarkan titik koordinat nya gempa terjadi di 2,65 derajat Lintang Selatan (LS) dan 126,59 derajat Bujur Timur (BT).
Atau 53 km Timurlaut Airbuaya, Buru dan 89 km Baratlaut Namlea, Buru.
Gempa itu berada di kedalaman 10 km.
Sejauh ini belum diketahui apakah ada kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
Info Gempa Mag:3.6 SR, 22-Aug-21 08:59:56 WIT, Lok:2.65 LS-126.59 BT (53 km Timurlaut Airbuaya-BURU, 89 km Baratlaut Namlea-BURU), Kedlmn:10 km ::BMKG-PGR IX
Gempa Tadi Malam
Tercatat oleh BMKG telah terjadi gempa bumi tadi malam di laut.
Baca juga: Gempa Terkini Minggu 22 Agustus 2021, Info BMKG Berikut Magnitudo dan Pusat Gempa
Gempa bumi tadi malam. Info terkini BMKG. (Kolase Tribun Manado/Handhika Dawangi)
Info BMKG berikut kekuatan dan lokasi pusat gempa tersebut.
BMKG mencatat gempa terjadi pada Pukul 22.37 WIB atau Pukul 23.37 Wita.
Titik koordinat gempa di 1.3 LU 127.12 BT.
Berkekuatan magnitudo 4.8 SR.
Lokasi gempa di kedalaman 10 Km.
Dengan pusat gempa berada di laut 47 km baratlaut Jailolo.
Guncangan gempa dirasakan dengan skala MMI III di Ternate.
Gempa sebelumnya.
BMKG mencatat gempa bumi terjadi malam ini Sabtu 21 Agustus 2021.
Berikut lokasi pusat gempa bumi malam ini dan kekuatannya.
Info BMKG gempa terjadi pada Pukul 20.09 WIB atau Pukul 21.09 Wita.
Titik koordinat di 0.75 LS 128.13 BT.
Berkekuatan magnitudo 4.3 SR.
Lokasinya berada di kedalaman 10 Km.
Pusat gempa berada di laut 71 km timur Labuha.
Dirasakan dengan skala MMI III di Gane.
Jenis-Jenis Gempa
Banyak orang yang tak mengetahui ada berapa banyak jenis gempa yang sering terjadi. Pada umumnya semua hanya tahu jika ada getaran namanya gempa bumi.
Ada beberapa jenis gempa yang terjadi belakangan ini. Hal itu dilihat sesuai dengan penyebab terjadinya gempa.
Gempa bumi menjadi bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia, karena Indonesia berada di 3 pertemuan lempeng benua.
Jika ketiga lempeng bumi ini saling mendekat dan bertumbukan, maka akan terjadi gempa.
Tapi tidak hanya tumbukan lempeng benua saja, lo, yang bisa menjadi penyebab dari bencana alam gempa bumi.
1. Gempa Tektonik
Pergeseran lempeng bumi yang kemudian saling bertumbukan akan menyebabkan gempa tektonik.
Gempa inilah yang cukup sering terjadi di Indonesia, karena letak Indonesia yang berada di pertemuan 3 lempeng benua, yaitu Eurasia, Indoaustralia, dan Pasifik.
Jika sumber gempa tektonik berada di laut, maka bisa saja menyebabkan terjadinya tsunami, teman-teman.
O iya, gempa jenis ini dapat merambah ke berbagai daerah, artinya saat terjadi gempa, daerah-daerah di sekitarnya juga bisa merasakan getaran gempa tersebut.
2. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya pergerakan magma di dalam gunung berapi.
Gempa bumi ini biasanya terjadi beberapa saat sebelum gunung berapi aktif akan meletus.
Jika gempa bumi tektonik terjadi karena pergeseran lempeng bumi, maka gempa bumi vulkanik ini terjadi karena adanya tekanan gas.
Nah, gempa vulkanik ini jika dibandingkan dengan gempa tektonik tidak terlalu berbahaya, karena yang lebih berbahaya adalah letusan gunung berapinya.
Berbeda dengan gempa tektonik yang dapat merambah berbagai daerah, gempa vulkanik hanya dirasakan oleh penduduk sekitar gunung berapi saja.
Gempa bumi vulkanik juga cukup sering dirasakan di Indonesia, karena Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi yang disebut dengan Cincin Api.
3. Gempa Bumi Tumbukan
Jika gempa tektonik dan gempa vulkanik berasal dari dalam Bumi, maka gempa bumi tumbukan ini asalnya dari luar bumi.
Gempa bumi tumbukan disebabkan oleh jatuhnya benda langit seperti meteor dan asteroid ke permukaan Bumi.
Hasilnya, terjadi getaran di permukaan Bumi dan menyebabkan timbulnya kawah atau lubang di permukaan Bumi.
4. Gempa Bumi Buatan
Manusia ternyata juga bisa, lo, menyebabkan terjadinya gempa bumi.
Gempa bumi buatan ini disebabkan oleh pemakaian bahan peledak dengan daya ledak yang besar.
Uji coba bahan peledak seperti bom nuklir juga bisa menimbulkan ledakan yang dapat menggetarkan permukaan Bumi.
Sifat gempa bumi ini adalah lokal, yang artinya hanya orang-orang di sekitar lokasi peledakan saja yang merasakan getarannya.
5. Gempa Bumi Runtuhan
Tanah longsor ternyata juga bisa menjadi penyebab adanya gempa bumi yang disebut dengan gempa bumi runtuhan.
Tanah yang longsor tersebut disebabkan oleh erosi atau tempat penambangan yang runtuh.
Getaran yang timbul ini berasal dari jatuhnya bebatuan dari tanah longsor tersebut ke permukaan bumi.
Gempa bumi runtuhan ini hanya akan dirasakan oleh penduduk sekitar tanah longsor terjadi saja, lo.
Tanda-tanda Sebelum Gempa Terjadi
Lima hal yang akan menjadi tanda sebelum gempa bumi terjadi.
Tak banyak orang yang tahu Tanda-tanda ini.
Simak info penting ini untuk mengantisipasi dampak buruk akibat gempa bumi.
Berikut ini tanda-tanda gempa bumi yang dikutip dari Pos Kupang dan bpbd.bulelengkab.go.id.
1. Awan Berbentuk Tidak Biasa
Lihat ke langit. Bila menemukan awan dengan posisi tegak dan bentuknya bagaikan angin puting beliung, pohon, atau batang, Anda harus berhati-hati.
Awan ini biasanya muncul sebelum gempa terjadi.
Munculnya awan tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah gelombang elektromagnetis.
Gelombang elektromagnetis berasal ari patahan atau pergeseran lempeng bumi.
Walaupun begitu sering kali munculnya awan ini bukan karena gelombang elektromagnetis melainkan karena angin.
2. Alat Elektronik
Perlatan elektronik akan mengalami gangguan tidak wajar sebelum terjadi gempa bumi.
Misalnya lampu neon redup atau televisi yang bersuara 'brebet'.
Bila hal itu terjadi kemungkinan sedang ada gelombang elektromagnetik seelum gempa.
3. Hewan Gelisah
Perhatikan gelagat hewan peliharaan Anda atau binatang yang di dekat tempat Anda berada.
Beberapa hewan mungkin gelisah atau pergi menyelamatkan diri ketika merasakan gelombang elektromagnetik.
4. Cahaya Gempa
Cahaya gempa tidak selalu muncul namun bisa menjadi tanda gempa bumi yang besar.
Cahaya ini akan muncul sekilas. Beberapa kali cahaya 'misterius' ini muncul sesaat sebelum terjadi gempa.
Dikutip dari Intisari, cahaya langka itu muncul sebelum terjadi gempa Meksiko dan gempa Lombok.
Menurut ahli, kilatan cahaya aneh itu disebabkan oleh sifat listrik batuan tertentu, seperti batuan basal dan gabbrol yang memiliki cacat kecil dalam kristal mereka.
Saat gelombang seismik menyerang, muatan listrik di bebatuan tersebut mungkin dilepaskan dan menimbulkan cahaya aneh.
"Saat alam menekankan bebatuan tertentu, muatan listrik diaktifkan, seolah-olah ada baterai di kerak Bumi yang menyala," ujar Friedemann Freund seorang profesor fisika dari San Jose State University dalam wawancara dengan National Geographic, Juli 2014.
Menurut Freund yang juga seorang peneliti senior di NASA Ames Research Center, kilatan cahaya sebelum gempa ini juga dijuluki petir gempa.
Saat petir gempa terbentuk, ia memiliki bentuk dan warna yang berbeda.
Umumnya petir gempa berwarna kebiruan yang tampak keluar dari tanah kemudian melayang di udara selama puluhan detik hingga hitungan menit dan kilatannya bisa merentang sampai 200 meter.
5. Gempa Kecil
Gempa berskala kecil bisa menjadi pertanda gempa susulan yang jauh lebih besar.
Gempa itu bisa saja berlangsung singkat.
Berita Terkait Gempa Bumi Terkini
https://manado.tribunnews.com/topic/gempa-bumi-terkini
SUMBER: