Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Minggu 22 Agustus 2021

BACAAN ALKITAB Filipi 2:19-21 - Sehati Sepikir dan Tahan Uji

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi dari dalam Penjara, di Roma. Seperti diketahui, Paulus dipenjara

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
kolase foto tribun manado/istimewa
Kisah Paulus, Penganiaya Jemaat yang Berubah Saat Matanya Menjadi Buta, Pengaruhnya Besar 

Filipi 2:19-21
TRIBUNMANADO.CO.ID - Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi dari dalam Penjara, di Roma. Seperti diketahui, Paulus dipenjara karena ketaatan dan kesetiaannya kepada Tuhan Yesus.

Di penjara, dia bukannya berhenti menginjil, tapi justeru lebih bersemangat lagi memberitakan Injil. Kokohnya dinding penjara dan jeruji besi yang mengurung dirinya, tidaklah menjadi alasan bagi Paulus berhenti melayani. Padahal, kondisi waktu itu sangat jauh dengan kita saat ini.

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

Apalagi, Paulus di penjara di Roma, sedangkan jemaat Filipi letaknya di Provinsi Makedonia, Yunani. Sangat jauh. Tak ada telpon, apalagi jaringan internet untuk video call dan mengirim WA, SMS atau menggunakan zoom meeting, google meet, dll. Menyurat pun tidak menggunakan kertas biasa, seperti sekarang. Relatif serba sulit. Tapi, kondisi itu tidak membatasi apalagi membunuh kreatifitas dan komitmen Paulus melayani Tuhan.

Raganya dipenjara, tapi jiwanya dan hatinya tetap pada Injil Kristus. "Tak ada rotan, akarpun jadi." Dia menginjil melalui "surat penggembalaan" dan mengutus orang yang sudah teruji kesetiaannya mendampingi dirinya melayani Injil Kristus.

Itulah Timotius. Sosok anak muda yang tak ada duanya bagi Paulus. Sebab dia sehati sepikir dengannya. Timotius yang adalah "Anak Sarani" (anak rohani) Paulus, adalah figur yang tidak mencari untung dalam pelayanan. Tapi dia hanya mengutamakan kepentingan Kristus Yesus.

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu.
Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;

sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.". (ay 19-21)_
Selain Timotius, kepada jemaat Filipi yang pernah dikunjungi dan diinjili Paulus, dia juga mengirim Epafroditus, seorang yang setia melayani Paulus. Meski dia sempat sakit bahkan hampir mati, tapi dia pantang menyerah dalam melayani Tuhan.

Sebab Epafroditus juga adalah utusan jemaat Filipi untuk membawa bantuan/pemberian sekaligus menopang pelayanan Paulus di Roma dan di berbagai tempat. Termasuk ketika Paulus dipenjara karena melayani Kristus.

Sungguh suatu teladan yang diajarkan Paulus bagi kita umat Kristus di era serba moderen ini. Bahwasanya, pergulatan hidup seberat apapun, tak akan membatasi ruang gerak pelayanan dan penginjilan kita kepada Kristus.

Termasuk Pandemi Covid 19, bukanlah alasan bagi kita mengendorkan semangat melayani. Apalagi bagi kita audah tersedia berbagai fasilitas komunikasi secara Daring (dalam jaringan), baik off line maupun on line. Seperti Paulus, kita harus kreatif dalam melayani Tuhan. Jangan menyerah pada keadaan dan pasrah pada beban hidup yang menekan.

Bahwa pelayanan membutuhkan tim yang kuat dan solid. Dan tim itu haruslah beranggotakan orang-orang yang sehati sepikir, setia, taat dan punya komitmen kuat dalam melayani Tuhan.

Bukanlah tipe orang yang suka mencari untung bagi dirinya sendiri. Atau memanfaatkan pelayanan dan penginjilan kepada Kristus untuk keuntungan pribadi, baik untuk kesenangan diri sendiri, maupun untuk keuntungan secara material dan non materil bersama dengan kelompok kepentingannya.

Kita sebagai keluarga dan umat Kristen di zaman now, dipilih dan diutus untuk melayani Tuhan, dalam ketulusan hati. Bukan dalam kebulusan apalagi kebusukan hati. Jauhilah perbuatan buruk itu dari kepribadian dan prilaku hidup hamba Kristus.

Milikilah komitmen melayani yang kuat, kokoh dan tangguh, pantang menyerah. Tahan ujilah. Sehati sepikirlah dalam pelayanan. Utamakanlah Tuhan dalam segala hal. Dan arahkanlah langkah hidup kita, derap kaki kita hendaklah hanya tertuju untuk memuliakan Tuhan. Bukan diri sendiri.

Jauhi egoisme ataupun pementingan diri sendiri. Layanilah Tuhan dalam kebersamaan dan kesatuan hati dan jiwa, yang terarah dan tertuju kepada Kristus. Jadikanlah Dia satu-satunya pusat hidup dan pelayanan kita. Sehingga pelayan dan segala derap langkah kaki pelayanan kita hanyalah untuk memuliakan Dia. Amin

DOA: Tuhan Yesus, teguhkan iman dan komitmen pelayanan kami agar sehati sepikir untuk melayani Tuhan lebih sungguh lagi. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved