Apa Itu

Apa Itu Badai Sitokin? Penyebab Kematian Pada Pasien Covid-19, Hampir Renggut Nyawa Deddy Corbuzier

Virus SARS-CoV-2 dapat memicu badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi virus tersebut dan bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.

Tribunnews.com/Herudin
Apa Itu Badai Sitokin? Penyebab Kematian Pada Pasien Covid-19, Hampir Renggut Nyawa Deddy Corbuzier 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa Itu Badai Sitokin?

Virus SARS-CoV-2 dapat memicu badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi virus tersebut dan bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19. Pertanyaannya; bisakah badai sitokin diredam?

Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel. 

Saat SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. 

Sitokin lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.

Ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pasien' title='pasien'>pasien</a> Covid-19.

Reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut sebagai badai sitokin atau cytokine storm.

Lebih lanjut, sebenarnya apa yang dialami oleh tubuh saat badai sitokin ini terjadi?

Seperti yang dialami oleh Pemilik konten Youtube Close the Door, Deddy Corbuzier, mengabarkan bahwa dirinya baru pulih dari kondisi kritis akibat badai sitokin yang dialaminya.

Deddy Corbuzier sebelumnya mengakui bahwa dirinya sempat positif COVID-19 setelah mengurus keluarganya yang kebanyakan terinfeksi virus Corona.

“Saya ngurus keluarga yang hampir semua kena COVID-19. Saya cek antigen setiap hari dan ternyata kena COVID-19,” ujar Deddy Corbuzier dalam unggahan terbarunya di Youtube pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Dalam kurun dua minggu, Deddy sudah dinyatakan negatif.

Namun, tiba-tiba demam tinggi hingga hampir 40 derajat. Dia pun merasakan vertigo hingga dilarikan ke rumah sakit.

Kala itu, saturasi oksigen Deddy Corbuzier masih bagus di kisaran 97 sehingga diperbolehkan kembali pulang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved