Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Boltim

Sejarah Singkat Terbentuknya Desa Togid Boltim

Menurut sejarah, terbentuknya Desa Togid tidak bisa dilepaskan dari keberadaannya secara umum. Yang menurut ceritra dari para tokoh-tokoh masyarakat.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Handhika Dawangi
Istimewa/Rustaman Paputungan
Kantor Desa Togid Kabupaten Boltim. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut sejarah, terbentuknya Desa Togid tidak bisa dilepaskan dari keberadaannya secara umum. 

Yang menurut ceritra dari para tokoh-tokoh masyarakat atau yang dituakan di Desa Togid.

Desa Togid terbentuk pada tahun 1912.

Baca juga: Rita Tangkudung Naik Tangga Samping KM Tatamailau, Serahkan Bantuan untuk Pasien Covid 19

Baca juga: Info Kasus Covid 19 di 34 Provinsi Indonesia, Update Sabtu 21 Agustus 2021, Lengkap Pasien Sembuh

Baca juga: Pengunjung dan Karyawan Mall Panik Berhamburan Keluar, Terdengar Suara Gemuruh, Terjadi di Jabar

Sangadi Togid Adi Makanlusenge (kiri) dan sekertaris Desa Togid. (Istimewa)

Awal mulanya Desa Togid berada di bagian timur desa sekarang atau di bagian pesisir pantai.

Namun dengan adanya perluasan kampung, maka orang - orang pada waktu itu membuat jalan atau momontang.

Dan akhirnya pada tahun berikut wilayah tersebut dibersihkan dan dijadikan sebuah pedukuhan.

Nama Togid diambil dari kata Toyogid atau merang yang berasal dari pohon pohon yang sangat gatal.

Menurut cerita, orang yang pertama memimpin untuk pembukaan Desa Togid yaitu Bapak Kaos Paputungan yang berasal dari Desa Lolak dengan membuat sabuah atau tempat tinggal sementara yang letaknya berjauhan dengan Desa Tutuyan.

Dan waktu itu Desa Togid masih bersatu dengan Tutuyan.

Pada tahun 1914 Desa Togid di pimpin sementara oleh Bapak Manoppo.

Kemudian pada tahun 1920 Desa Togid dipimpin oleh Kaos Paputungan yang disebut Sangadi (kepala Desa).

Penduduk Desa Togid

Penduduk Desa Togid berasal dari beberapa Desa di Kotamobagu, Moyag, Kotobangon dan Lolayan yang merupakan Sub Etnis Mongondow.

Yang pada awalnya mereka hanya bermaksud untuk memasak garam untuk dijual di Kotamobagu dan sekitarnya, dan akhirnya tinggal dan menetap sampai sekarang.

Desa Togid bertambah Penduduk pada tahun 1977 yang berasal dari Pulau miangas sebagai Transmigrasi akibat dari meletusnya Gunung Karangketan di Sanger Talaud. 

Dan pada tahun 1982 Etnis Sanger yang tinggal di pedukuan Dodap berdiri sendiri sebagai Desa Definitif berpisah dari Desa Togid.

Desa Togid sejak berpisah dari Desa Tutuyan pada tahun 1920 sampai dengan 1973 masih disebut Sangadi kemudian pada tahun 1973 sampai dengan tahun 2002 di sebut Kepala Desa dan Tahun 2003 kembali disebut Sangadi.

Desa Togid sendiri telah melahirkan putra - putri terbaik yang menjadi kebanggaan Desa Togid yakni:

- Sehan Landjar mantan Bupati Boltim 2 periode,

-Rusdi Gumalangit mantan wakil bupati Boltim,

-Uyun K Pangalima,

-Robbi Mamonto,

-Suharto Paputungan,

-Suhendro Boroma, dan

-Oskar Manoppo wakil Bupati Boltim sekarang.

Sekarang ini Desa Togid dipimpin oleh sangadi (kepala desa) yang ke 25 yakni Adi Makanlusenge.

Dibawah pemerintahan sangadi (kepala desa) Adi Makanlusenge, Desa Togid semakin maju dan berkembang.

Berbagai terobosan yang sudah dia lakukan di Desa, demi kemakmuran masyarakat Togid.

Diantaranya membuat tanggul pencegah banjir sepanjang 39 meter di aliran sungai yang ada di wilayah dusun enam agar supaya saat hujan, air sungai tidak akan meluap (banjir) sampai ke rumah warga.

Disamping itu membuat MCK sebanyak 15 unit bagi warga,tujuanya biar tidak ada lagi warga yang buang hajat di sungai, dan dananya diambil dari dana desa.

Dan masih banyak lagi terobosan atau program desa yang dilakukan Adi Makalunsenge sangadi sekarang ini. (Rustaman Paputungan)

Tentang Boltim

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (disingkat Boltim) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara.

Kabupaten Boltim Beribukota Tutuyan.

Jarak Kota Tutuyan ke Manado, Ibukota Provinsi Sulut 124,2 km lewat Jl Ratahan - Kotamobagu atau bisa ditempuh 3 jam 22 menit.

Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto di Manado pada hari Selasa, 30 September 2008.

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur terdiri dari 7 kecamatan dan 81 desa, dengan luas wilayah 910,18 km²

Saat ini Kabupaten Boltim dipimpin Bupati Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved