Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Sabtu 21 Agustus 2021

RENUNGAN HARIAN KELUARGA Kisah Para Rasul 22:29 - Berani Menegakkan Hukum dan Kebenaran

Setiap orang punya naluri kebenaran yang kadang kala dikaburkan karena masalah ekonomi dan tuntutan hidup.

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Kisah Para Rasul 22:29
"Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum."
---------------------------------------------

ilustrasi
ilustrasi ()

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap orang punya naluri kebenaran yang kadang kala dikaburkan karena masalah ekonomi dan tuntutan hidup. Sehingga banyak yang kehilangan integritas diri dalam melakukan tugas.

Banyak yang mengingkari sumpah dan janji jabatan di masyarakat, gereja dan kehidupan sosial karena uang dan lain-lain. Tentara Romawi dalam pembacaan hari ini baik kepala pasukan maupun prajuritnya, yang tidak mengenal Kristus atau bukan orang beriman menunjukkan kesetiaannya terhadap hukum dengan tidak melanggar hukum dan undang-undang yang ada.

Mereka enggan bertindak menyesah Paulus karena itu melanggar hukum. Menjadi peringatan keras kepada kita orang percaya dalam hal ketaatan hukum dan penegakan hukum. Hukum benar-benar dijadikan acuan dalam menjatuhkan hukuman bukan hanya berdasar sentimen pribadi, sepihak apalagi yang berbau isu rasisme.

Saat ini negara kita memerangi intoleransi dan radikalisme. Doa-doa syafaat kita untuk bangsa juga berkaitan dengan hal ini. Namun kadang sesama orang percaya tidak terkecuali di rumah sendiri (keluarga) ada yang tidak menampakkan adanya toleransi.

Misalnya, suami hanya bermalasan, mabuk-mabukkan, nongkrong, berjudi, semena-mena pada isteri dan anak-anak, isteri yang banting tulang cari nafkah atau sebaliknya, suami yang kerja sampai lupa waktu mencari nafkah untuk membiayai keluarga sementara isteri hidup berfoya-foya.

Atau anak-anak yang tidak ada kepedulian dan tidak menghargai orang tua yang sudah mendidik, mengasuh dan membesarkan dengan kasih sayang. Marilah kita sadar dan bertobat meninggalkan tindakan-tindakan yang tidak berkenan pada Tuhan dan yang tidak menyaksikan kemuliaan Kristus. sehingga damai sejahtera dan kebahagiaan akan selalu teralami. Amin.

DOA: Ya Tuhan, kami mengaku jika dalam keluarga kami belum tercipta toleransi satu dengan yang lain, sehingga sering melakukan hal-hal yang tidak dapat ditolerir, membuat hidup anggota keluarga tidak bahagia, tertekan dan tersakiti. Ampunilah dan baharuilah kami. Amin.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved