Breaking News:

Ada 36 Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Kepulauan Sitaro

Pihaknya akan melakukan pendataan terhadap ibu hamil untuk menetapkan sasaran vaksinasi.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Kepala Dinas Kesehatan Sitaro, dr Semuel Raule. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus mengalami peningkatan.

Data terkini yang diperoleh Tribunmanado.co.id mencatat, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 404 orang. Angka tersebut muncul menyusul bertambahnya beberapa kasus yang bersumber dari kasus supek, Kontak Erat Risiko Tinggi (KERT) serta pelaku perjalanan.

Dari jumlah akumulatif 404 kasus terkonfirmasi, 36 di antaranya meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule menyatakan, dari jumlah tersebut, belum ada kasus kematian ibu hamil.

"Sampai saat ini, tidak ada kasus kematian pada ibu hamil akibat Covid-19," ujar Raule, Kamis (19/8/2021).

Saat ini, lanjut Raule, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap ibu hamil untuk menetapkan sasaran vaksinasi.

"Sudah dicanangkan program vaksinasi untuk ibu hamil. Makanya kami akan melakukan pendataan untuk menetukan jumlah sasaran penerima vaksinasi dari kalangan ibu hamil," ungkap Raule.

Sedikit digambarkan tentang syarat ibu hamil penerima vaksin di antaranya usia kehamilan lebih dari 13 minggu. Selanjutnya, Dinas Kesehatan masih menunggu petunjuk soal syarat lain bagi ibu hamil yang akan divaksin.

"Karena ini baru (vaksinasi ibu hamil), maka perlu disosialisasikan dengan baik, termasuk syarat-syarat yang telah diatur," ujar Raule.

Disentil tentang persentase kasus kematian akibat Covid-19 di Sitaro yang terbilang tinggal, Raule menganggap hal belum sepenuhnya menunjukan angka yang valid.

"Dari sisi jumlah, memang benar. Tapi saya melihat persentase angka kematian itu belum tepat karena itu belum menunjukan angka sebenarnya," kata Raule.

Dia beralasan, hasil dari proses pemeriksaan skiring yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya dilaporkan. Hal itu pun berdampak terhadap tingkat persentase kematian yang tidak normal.

"Kita masih banyak yang tidak terlaporkan (hasil skrining). Ketika laporan yang tidak maksimal, angka kematian yang seharusnya normal menjadi relatif lebih tinggi," terang Raule.

Jika melihat kondisi yang ada, Raule bilang kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sitaro sudah berada di atas 600 kasus. Sebab kata dia, banyak hasil pemeriksaan yang dilakukan tidak sempat dilaporkan melalui sistem yang ada.

"Ada pemeriksaan rapid tes positif yang hampir 300 yang tidak diinput ke sistem. Jika kita menambahkan dengan itu, kita punya pasien sudah 600. Kalau di angka 30 kasus kematian, persentase sekitar 5 persen," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved