Berita Nasional
Masih Kenal Zulkifli Hasan? Ketua Umum PAN Ngaku Masih Hormati Amien Rais: Tak Tergantikan
Zulkifli Hasan mengaku sampai saat ini masih menjaga hubungan baik dengan Amien Rais yang mendirikan Partai Ummat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih kenal dengan Zulkifli Hasan?
Dia adalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Dia mengaku sampai saat ini masih menjaga hubungan baik dengan Amien Rais yang mendirikan Partai Ummat.
"Alhamdulillah semua baik-baik silaturahim. Pak Amien Rais itu di PAN tidak tergantikan, karena pendiri dan tokoh reformasi. Jadi di PAN, pak Amien Rais tidak tergantikan," tutur Bang Zul sapaannya saat wawancara khusus dengan Tribun Network, Rabu (18/8/2021).
Menurutnya, sosok Amien Rais memiliki spesialisasi yang jumlahnya tidak banyak di Indonesia.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/1/2018). (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Zulhas menilai Amien Rais termasuk tokoh nasional sejajar dengan Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur (Presiden Indonesia ke-4) dan Megawati Soekarnoputri (Presiden Indonesia ke-5).
"Kalau seperti saya atau Sekjen ini yang biasa ini ada banyak. Oleh karena itu orang yang banyak ini perlu kita organized dengan baik agar bisa menjadi satu kekuatan sehingga menghasilkan kinerja yang terbaik," ucapnya.
Zulhas menuturkan keluarnya Amien Rais tidak berpengaruh ke kinerja partai tetapi itu tergantung dari kerjasama dari para kader PAN.
"Karena PAN kan di survei tadi rata-rata cuma 1,8 persen, jadi kalau ingin sukses ya tergantung kinerja kita," katanya.
PAN berupaya menyikapi perkembangan apa yang dirasakan publik.
Zulhas menambahkan posisi PAN sekarang akan tetap bersaing dengan partai-partai yang sudah eksis seperti PDIP, Golkar, Gerindra, kalau berbasis islam ada PKB, PKS.
"Jadi sangat tergantung pada internal partai itu sendiri, tidak pengaruh pada partai lain atau pihak lain. Jadi sepenuhnya PAN seperti apa di pemilu nanti tergantung pada kinerja kita," kata Zulhas.
Sosok Amien Rais, Pendiri Partai Ummat Indonesia, Namanya Terkenal Jelang Berakhirnya Orde Baru
Amien Rais sudah mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat, Kamis (29/4/2021).
Amien menyatakan, Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya akan bekerja, berjuang, dan berkorban untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.
"Kami yakin seluruh mekanisme demokrasi kita dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan perbaikan kehidupan nasional, sehingga kita tidak perlu cara-cara ekstra parlementer dan cara-cara ekstra konstitusional," kata Amien.
Deklarasi ditutup oleh Amien dengan tiga kali takbir dan pekik merdeka.
Sementara itu, dalam siaran pers, disebutkan bahwa 99 orang pendiri Partai Ummat dari 34 provinsi berkumpul di Yogyakarta untuk mendeklarasikan partai tersebut.
Ekspresi Amien Rais saat mendeklarasikan Partai Ummat, Kamis (29/4/2021) (YouTube/Amien Rais Official)
Sebelum deklarasi, para pendiri menandatangani dokumen pendirian partai di hadapan notaris dan melakukan konsolidasi awal dalam rangka memperkuat jaringan keummatan di seluruh pelosok Tanah Air.
Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara deklarasi itu mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang MS Kaban, artis dan penyanyi senior Neno Warisman, serta eks terpidana kasus UU ITE Buni Yani.
Lantas Siapa Sebenarnya Amien Rais?
Dia adalah politikus asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua MPR untuk periode 1999 sampai 2004. Jabatan tersebut dipegangnya sejak dirinya dipilih oleh MPR hasil pemilu 1999 yang digelar pada bulan Oktober 1999.
Zulkifli Hasan usai diperiksa KPK pada Selasa (18/9/2018). (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)
Namanya mulai mencuat ke kancah perpolitikan Indonesia sebagai salah satu orang yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah menjelang berakhirnya kekuasaan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.
Setelah partai-partai politik dihidupkan lagi pada masa kekuasaan Presiden B. J. Habibie, dirinya ikut mendeklarasikan pendirian Partai Amanat Nasional (PAN).
Ia menjabat sebagai Ketua Umum PAN sejak partai tersebut berdiri sampai tahun 2005.
Amien mendirikan Partai Ummat pada bulan Oktober 2020.
Awal karier
Amien Rais Lahir di Solo pada 26 April 1944, dia dibesarkan dalam keluarga aktivis Muhammadiyah.
Orangtuanya, aktif di Muhammadiyah cabang Surakarta.
Masa belajar Amien banyak dihabiskan di luar negeri.
Sejak lulus sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1968 dan lulus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1969), ia melanglang ke berbagai negara dan
baru kembali tahun 1984 dengan menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.
Kembali ke tanah air, Amien kembali ke kampusnya, Universitas Gadjah Mada sebagai dosen.
Ia bergiat pula dalam Muhammadiyah, ICMI, BPPT, dan beberapa organisasi lain. Pada era menjelang keruntuhan Orde Baru, Amien adalah cendekiawan yang berdiri paling depan. Tak heran ia kerap dijuluki Lokomotif Reformasi.
Terjun ke politik
Amien Rais dan Abdurrahman Wahid berdiskusi saat sidang MPR 1999.
Akhirnya setelah terlibat langsung dalam proses reformasi, Amien membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998 dengan platform nasionalis terbuka.
Ketika hasil pemilu 1999 tak memuaskan bagi PAN, Amien masih mampu bermain cantik dengan berhasil menjadi ketua MPR.
Posisinya tersebut membuat peran Amien begitu besar dalam perjalanan politik Indonesia saat ini. Tahun 1999, Amien urung maju dalam pemilihan presiden.
Tahun 2004 ini, ia maju sebagai calon presiden tetapi kalah dan hanya meraih kurang dari 15% suara nasional.
Pada 2006 Amien turut mendukung evaluasi kontrak karya terhadap PT. Freeport Indonesia.
Setelah terjadi Peristiwa Abepura, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar secara tidak langsung menuding Amien Rais dan LSM terlibat dibalik peristiwa ini. Tapi hal ini kemudian dibantah kembali oleh Syamsir Siregar.
Pada Mei 2007, Amien Rais mengakui bahwa semasa kampanye pemilihan umum presiden pada tahun 2004, ia menerima dana non bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan dari Menteri Perikanan dan Kelautan, Rokhmin Dahuri sebesar Rp 200 juta.
Ia sekaligus menuduh bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden lainnya turut menerima dana dari departemen tersebut, termasuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang kemudian terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Kehidupan pribadi
Amien Rais menikah dengan Kusnasriyati Sri Rahayu. Dari pernikahannya, Amien dikaruniai lima orang anak, yaitu Ahmad Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, Ahmad Mumtaz Rais, Tasnim Fauzia, dan Ahmad Baihaqi.
Tanggal 8 Oktober 2011 putera Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, menikah dengan Futri Zulya Safitri, puteri dari Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan.
Kontroversi
Bulan Juni 2017 nama Amien Rais disebut oleh jaksa KPK dalam persidangan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Siti Fadilah Supari.
Dalam surat tuntutan jaksa, sejumlah uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke rekening Amien Rais. Awalnya, pada September 2005, Siti beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun, selaku Ketua Soetrisno Bachir Foundation (SBF).
Nuki merupakan adik ipar Soetrisno Bachir.
Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap Partai Amanat Nasional (PAN).
Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah.
Tak lama kemudian, Soetrisno Bachir memberikan klarifikasi bahwa Amien Rais tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang sedang ditangani KPK, sehingga diduga menjadi alasan mengapa Amien Rais tidak pernah dipanggil KPK.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNAMANANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ketua Umum PAN Zulhas Masih Menjaga Hubungan Baik dengan Amien Rais