Breaking News:

Berita Boltim

Hawasia Sani Menangis Haru Saat Lihat Anaknya Sukses Jadi Pasukan Pengibar Merah Putih di Boltim

Ada yang menarik saat upacara HUT RI ke-76 di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) provinsi Sulawesi utara.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Chintya Rantung
Rustaman Paputungan/Tribun Manado
Hawasia Sani saat memeluk anaknya yang bertugas jadi paskibraka di Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -  Ada yang menarik saat upacara HUT RI ke-76 di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) provinsi Sulawesi utara.

Saat penurunan bendera merah putih telah selesai, sejumlah orangtua siswa pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) menangis.

Menangis sambil memeluk anak mereka satu per satu.

Salah satunya adalah Hawasia Sani, orang tua siswa dari Apriansyah Laoh.

Dirinya langsung memeluk anaknya dan menangis saat upacara penurunan bendera telah usai.

Kepada Tribun Manado Hawasia mengungkapkan dirinya sangat terharu dan bangga karena anaknya bisa menjalankan tugas dengan baik.

"Apalagi untuk membentangkan bendera," sebutnya.

Ia mengatakan sebagai orangtua saya sangat terharu dan bangga karena anaknya bisa terpilih sebagai anggota paskibraka di kabupaten Boltim tahun ini, hingga dia bisa melaksanakan tugas dengan baik," ucap Hawasia sambil mengusap air matanya.

Sementara itu Apriansyah Laoh siswa dari SMK Negeri 1 Tutuyan ini mengaku awalnya merasa gugup atau grogi tapi mencoba dilawan.

"Bangga karena bisa menjadi kebangaan orang tua, daerah dan negara," jawabnya singkat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved