Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Alat Militer Canggih yang Dipasok Amerika untuk Tentara Afghanistan Disita Taliban

Mulai dari warga yang ingin tinggalkan Afghanistan hingga beberapa hal yang menyebabkan ketakuan warga.

Editor: Glendi Manengal
AFP/WAKIL KOHSAR
Pejuang Taliban berjaga di sepanjang jalan di Massoud Square di Kabul. Afghanistan. Senin (16/8/2021). (Wakil Kohsar / AFP) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semenjak dikuasai Taliban kondisi di Afghanistan makin tak menentu.

Mulai dari warga yang ingin tinggalkan Afghanistan hingga beberapa hal yang menyebabkan ketakuan warga.

Terkait hal tersebut kini beberapa alat militer yang dipasok Amerika Serikat untuk tentara Afghanistan disita Taliban.

Baca juga: SOSOK Ziva Magnolya, Penyanyi Jebolan Indonesian Idol, Kini Dijodoh-jodohkan dengan Rizky Febian

Baca juga: Gempa Terkini Malam Ini Rabu 18 Agustus 2021, Berikut Lokasi dan Magnitudonya

Baca juga: Masih Ingat OC Kaligis? Pengacara Miliki 10 Istri & 20 Anak, Nasib Dipenjara Derita Banyak Penyakit

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebutkan namanya telah mengkonfirmasi pada hari Senin kemarin bahwa jumlah alat militer AS yang dipasok untuk tentara Afghanistan dan kini disita Taliban 'sangat besar'.

Ini terjadi saat Kabul, ibu kota negara itu berhasil dikuasai kelompok militan tersebut tanpa adanya perlawanan dari militer Afghanistan.

Sebelumnya, saat memasuki kota Kabul pada hari Minggu lalu, gerilyawan Taliban ini tidak mendapatkan perlawanan dari militer Afghanistan dalam upaya mereka merebut kekuatan politik dan perangkat keras militer yang dipasok AS, termasuk helikopter Humvee dan Black Hawk.

Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (17/8/2021), runtuhnya Angkatan Darat Afghanistan secara tiba-tiba dan cepat ini mengakibatkan 'AS merugi'.

Hal itu karena situasi menunjukkan bahwa 'penerima manfaat utama' dari investasi besar Amerika di negara itu 'ternyata adalah Taliban'.

Perlu diketahui, selama 20 tahun terakhir, pemerintah AS memang telah menggelontorkan sekitar 145 miliar dolar AS dalam upayanya membangun kembali Afghanistan.

Ini berdasar pada informasi yang diberikan Kantor Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved