Penanganan Covid
Hasil Studi Terbaru Kemenkes, Efek Vaksin CoronaVac, 71.455 Nakes Terlibat, Terungkap Dampaknya
Hasil studi terbaru Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) terhadap vaksin CoronaVac.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hasil studi terbaru Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) terhadap vaksin CoronaVac.
Update data terbaru yang melibatkan 71.455 tenaga kesehatan (nakes).
Studi ini dilakukan di DKI Jakarta.
Baca juga: Kasus Covid 19 Hari Ini Jumat 13 Agustus 2021 di 34 Provinsi Indonesia, Ada Penambahan
Baca juga: Tanda Virus Marburg Sudah Menyerang Tubuh, Penyakit Ganas yang Muncul Lagi, WHO Keluarkan Peringatan
Baca juga: Tanda Virus Corona Menyerang Tubuh, Ini yang Dirasakan, Simak Penjelasannya
VAKSINASI NAKES - Vaksinator melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama, Jumat (15/1). Sebanyak 60 tenaga kesehatan di RS Husada Utama di vaksinasi Covid-19 pada hari pertama. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Studi dilakukan dengan mengamati kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada nakes yang sudah mendapatkan vaksin CoronaVac satu dosis, dua dosis dan belum divaksin.
Termasuk mengamati perawatan dan kematian karena virus.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi pun memaparkan hasil dari studi tersebut.
"Hasil studi ini menyimpulkan jika pada periode Januari dan Maret 2021 vaksin CoronaVac cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Jumat (13/8/2021).
Namun April dan Juni vaksinasi lengkap kurang cukup melindungi nakes dari infeksi Covid-19.
Meski demikian, Nadia menambahkan jika vaksin lengkap masih efektif melindungi dari risiko perawatan dan kematian Covid-19.
Penampakan Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing, China, mengumumkan data awal yang positif dari uji klinis Fase I / II vaksin Covid-19, CoronaVac. Vaksin ini menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang baik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 130 upaya global untuk mengembangkan vaksin melawan COVID-19. (https://www.takecarepharmacy.com/)
Pada Januari-Maret proposi nakes yang dirawat dan belum divaksinasi adalah 12 persen. Sedangkan yang telah divaksinasi dosis pertama adalah 19,3 persen
Selanjutnya nakes yang telah mendapatkan dosis kedua adalah 18 persen.
Sementara itu April dan Juni proporsi nakes dirawat belum divaksin, meningkat dua kali lipat 24 persen.
Sedangkan yang telah divaksin dosis pertama turun menjadi 8,1 peren. Di sisi lain yang telah divaksin dua kali berkurang 6 kali lebih rendah menjadi 3,3 persen.
Hasil Studi Tentang Vaksin Sinovac Terhadap 25.374 Nakes
Inilah hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) terhadap vaksin Sinovac.
Terungkap semua dampak dari vaksin Sinovac saat setelah disuntikan kepada masyarakat.
Berikut info lengkap mengenai vaksin Sinovac, termasuk cara kerjanya.
Dalam rangka memerangi virus corona atau covid 19, Indonesia menjadi satu negara pengguna vaksin Sinovac.
Vaksin covid 19 yang dikembangkan perusahaan farmasi asal China tersebut sebetulnya bernama CoronaVac.
Namun, karena perusahaan pembuat vaksin tersebut bernama Sinovac, orang banyak menyebutnya vaksin Sinovac.
Vaksin sinovac perdana tiba di Indonesia, Minggu (6/12/2020).
Saat itu, 1,2 juta dosis vaksin Sinovac tiba di Bandara Soekarno-Hatta, diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-300ER, pada pukul 21.30 WIB.
Baru-baru ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) merilis hasil studi terkait efektitas vaksin Sinovac.
Berdasarkan hasil studi, terungkap pemberian vaksin Sinovac dosis lengkap dapat mencegah 100 persen dari kematian akibat covid 19 pada hari ke-28.
Hal tersebut didapat setelah Kemenkes melakukan studi efektivitas vaksin Sinovac terhadap infeksi, perawatan, dan kematian karena covid 19 terhadap tenaga kesehatan (nakes).
Studi dilakukan terhadap 25.374 tenaga kesehatan di DKI Jakarta periode 13 Januari- 18 Maret 2021 lalu.
Adapun studi berfokus pada tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin dosis pertama maupun dosis lengkap.
Dari keterangan yang diterima Sabtu (7/8/2021), hasilnya pemberian vaksin dosis lengkap dapat mencegah 100 persen dari kematian akibat covid 19 pada hari ke-28.
Kemudian 94 persen mencegah infeksi covid 19 pada hari ke-28.
Serta 96 persen mencegah perawatan pada hari ke-14.
Sementara untuk efektivitas untuk dosis pertama, didapatkan 13 persen dapat mencegah infeksi covid 19 pada hari ke-14 serta 53 persen dapat mencegah perawatan pada hari ke-7.
Terhadap lansia
Kemenkes pun melakukan studi efektivitas Sinovac dalam mencegah covid 19 bergejala dan kematian akibat covid 19 pada lansia di atas 60 tahun setelah 14 hari menerima vaksinasi.
Studi dilakukan terhadap 86.916 lansia di DKI Jakarta selama periode Maret-April 2021.
Adapun studi berfokus pada lansia yang telah menerima vaksin dosis pertama, dosis lengkap, maupun yang belum menerima vaksinasi.
Dari keterangan yang diterima Sabtu (7/8/2021), pemberian vaksin dosis lengkap pada lansia dapat mencegah 85 persen covid 19 bergejala pada hari ke-28.
Kemudian, mencegah perawatan hingga 92 persen.
Serta 95 persen mencegah kematian pada lansia akibat virus corona.
Sementara pada lansia yang menerima dosis pertama, didapati 35 persen dapat mencegah covid 19 bergejala.
Studi dilakukan pada ribuan lansia yang tidak memiliki riwayat PCR (+) covid 19 sebelum vaksinasi dan sebelum masa pengamatan dimulai.
Sebanyak 40.245 lansia telah mendapatkan vaksinasi lengkap pada periode 4–29 Maret 2021.
Diamati hingga 28 hari pasca vaksinasi dan dibandingkan dengan lansia yang belum mendapatkan vaksinasi dengan periode follow-up Maret–Mei 2021.
Sebanyak 6.446 lansia baru menerima vaksin Sinovac dosis pertama.
Serta 40.245 lansia penerima dosis lengkap.
"Vaksinasi dosis lengkap memberikan proteksi dalam menurunkan risiko covid 19 bergejala, perawatan dan kematian pada lansia," tulis keterangan Kemenkes.
Mengenal vaksin Sinovac
Sinovac, perusahaan obat asal China, mengembangkan vaksin virus corona baru bernama CoronaVac.
Vaksin tersebut adalah salah satu jenis vaksin corona yang kini digunakan di Indonesia.
Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus.
Sehingga, vaksin virus corona yang dibuat Sinovac tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.
Sinovac telah melakukan tahap uji klinis untuk memastikan keamanannya.
Dirangkum dari New York Times, berikut 6 cara kerja vaksin Sinovac:
1. Terbuat dari virus corona
Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulainya dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, dan Swiss.
Satu sampel dari China akhirnya menjadi dasar pembuatan vaksin.
CoronaVac bekerja dengan membuat antibodi untuk melawan virus corona SARS-CoV-2. Antibodi menempel pada protein virus.
2. Menonaktifkan virus corona
Para peneliti menumbuhkan stok besar virus corona di sel ginjal monyet. Kemudian, mereka menonaktifkan virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton.
Virus corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi, protein mereka tetap utuh.
Para peneliti kemudian menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan.
Adjuvan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.
3. Mendorong respons kekebalan tubuh
Karena virus corona di vaksin Sinovac sudah mati, maka bisa disuntikkan ke tubuh manusia tanpa menyebabkan covid 19.
Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen.
Sel yang membawa antigen merobek virus corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya.
Lalu, sel T dalam tubuh mendeteksi fragmen tersebut.
Jika fragmen cocok dengan salah satu protein sel, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.
4. Membuat antibodi
Jenis sel kekebalan lain, sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif.
Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk, dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona.
Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya.
Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B.
Jika cocok, sel B juga diaktifkan, berkembang biak, dan mengeluarkan antibodi untuk melawan virus corona.
5. Menghentikan virus
Setelah divaksinasi dengan vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus corona hidup.
Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada virus corona dan mencegah virus memasuki sel.
Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.
1,8 juta vaksin sinovac tiba di Terminal Cargo 530 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (31/12/2020) sore.
6. Mengingat virus
Setelah divaksinasi, sistem kekebalan tubuh memiliki sel khusus yang disebut sel B yang mungkin menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.
(Tribunnews.com/ kontan.co.id/ Rina Ayu/ Virdita Ratriani)
Berita Terkait Penanganan Covid 19
SUMBER: