RHK Kamis 12 Agustus 2021
BACAAN ALKITAB - Keluaran 2:18-19 "Si Mesir Asli Ibrani"
"Two in one" (dua dalam satu). Seperti kata Ishak kepada Yakub yang menyamar sebagai Esau untuk mendapatkan hak kesulungan:
TRIBUNMANADO.CO.ID - "Two in one" (dua dalam satu). Seperti kata Ishak kepada Yakub yang menyamar sebagai Esau untuk mendapatkan hak kesulungan: "Kalau suara, suara Yakub, kalau tangan, tangan Esau." Itulah yang terjadi pada Musa.
Musa yang asli keturunan Ibrani (Israel) itu, dikenali oleh 7 perempuan anak Imam Rehuel sebagai orang Mesir. Itu terjadi usai mereka ditolong oleh Musa dari gangguan para gembala di sumur, ketika pulang dan ditanyai ayah mereka yang begitu cepat pulang. Mereka menjawab karena seorang Mesir yakni Musa yang menolong.
Hal itu terjadi karena mereka melihat penampilan Musa sebagai orang Mesir. Bahkan dapat diidentifikasikan berasal dari kalangan istana. Sebab pastilah Musa mengenakan "pakaian kebesarannya" sebagai pangeran di Mesir, meski dia dalam pelarian. Jelas penampilannya itu sangat membedakan dia dengan orang pada umumnya dan menunjukkan kekhasan sebagai seorang pangeran Mesir.
Maka ketika ayah mereka bertanya, mereka menjawab karena seorang Mesir yang menolong mereka. Bahkan "si Mesir" telah membantu menimba air sangat banyak untuk minum kambing domba mereka.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?"*_
Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba." (ay 18, 19)
Ketika lari, Musa pasti masih mengenakan pakaian dan "atribut" sebagai pangeran sampai saat dia tiba di sumur itu. Makanya mereka mengenal dia sebagai "si Mesir yang baik hati," karena telah menolong mereka dari ancaman gembala-gembala bahkan membantu mereka menimba air.
Dengan demikian, penampilan dan keberadaan Musa adalah Mesir. Karena dia adalah pangeran bahkan ada yg menyebut dia sebagai _"the next Firaun,"_ atau Firaun berikutnya. Tapi sesungguhnya, aslinya dia adalah orang Ibrani, seperti kisahnya yang sudah kita ketahui ketika dia "disimpan" di danau dan ditemukan puteri Firaun.
Jadi, penampilan Musa adalah Mesir, tapi hati dan kepribadiannya adalah Ibrani (Israel). Sebab dia asli Israel. Dia tidak bisa memungkiri kenyataan dan keasliannya itu. Karena itu, meski dia tinggal di istana dan sebagai _the nex firaun,_ dia tidak lupa diri. Dia bukan tipe pengkhianat bagi bangsanya sendiri. Dia terlahir menjadi penolong bagi sesamanya, terutama umat Israel yang tertindas.
Musa rela melepas semua atribut bermandikan kemewahan dan keamanan, dengan berbalut kenyamanan serta memiliki jaminan masa depan yang indah mulia dan gilang gemilang. Tapi dia berani keluar dari zona nyaman, pergi dalam pelarian demi bangsanya dan demi yang lemah. Bayangkan saja betapa nyaman kehidupannya sebagai pangeran. Hidupnya sudah terjamin. Tapi dia rela melepas semuanya itu.
Bagi dia keselamatan dan kebebasan bangsanya dari perbudakan adalah segalanya. Maka dia selalu muncul dan tampil sebagai pembela dan penolong bagi yang lemah, terutama umat Israel.
Sahabat Kristus, ini adalah pembelajaran yang sangat konstruktif, praktis dan realistis tentang arti hidup. Untuk apa kita hidup senang di atas penderitaan orang? Tegakah kita menari-nari di atas kesengsaraan sesama kita?
Cara hidup Musa mengajarkan kita kembali kepada jati diri sebagai orang Kristen sejati. Kita bisa saja memiliki jabatan, pangkat, kehormatan, kekayaan, harta yang banyak. Tapi, janganlah itu membuat kita lupa diri.
Meski kita kaya raya, punya jabatan tinggi, berbalutkan kehormatan, jangan lupa jati diri kita sebagai pengikut Kristus yang harus selalu setia pada-Nya dan mengasihi semua orang lebih sungguh lagi.
Keluarga dan umat Kristen haruslah terus dan selalu hidup sebagai pengikut Kristus sejati yang mengasihi sesama tanpa batas, termasuk mereka yang lemah. Jika kita terus hidup berkenan kepada Tuhan, mengasihi semua orang dengan lebih sungguh lagi, termasuk dan terutama mereka yang membutuhkan, Tuhan Yesus pasti menyertai dan memberkati kita. Amin
DOA: Tuhan Yesus, teguhkan kami untuk terus hidup berkenan pada-Mu dan berkatilah kami selalu. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)