Breaking News:

Berita Minahasa

Pengusaha di Minsel Minta Pemerintah Evaluasi Jam Operasi Selama PPKM

Pelaku usaha di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengaku, pendapatan mereka mengalami penurunan sampai 70% saat penerapan PPKM.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rul Mantik
Aktivitas Barista di kafe Kopi Singgah Amurang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berimbas pada pergerakan ekonomi masyarakat.

Pengusaha ikut merasakan imbasnya.

Pelaku usaha di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengaku, pendapatan mereka mengalami penurunan sampai 70% saat penerapan PPKM.

"Aktivitas dibatasi membuat pelanggan kami berkurang."

"Saat pelanggan berkurang, pengaruhnya pendapatan kami turun jauh mencapai 70 persen," aku Michael Pangkey, pengusaha kafe Kopi Singgah Amurang, Selasa (10/8/2021).

Menurut Michael Pangkey, sebaiknya pemerintah mengkaji ulang penerapan jam kerja saat PPKM.

"Mungkin sebaiknya dikaji ulang soal penerapan jam kerja saat PPKM."

"Misalnya jam kerja tetap seperti biasa, namun jarak tempat duduk dan fasilitas sesuai protokol kesehatan diberlakukan di dalam semua tempat usaha," usul Michael.

Sebab, kata pengusaha kafe yang juga memiliki usaha yang sama di Pulau Dewata Bali itu, sebagian besar kafe di Indonesia, jam operasinya dimulai pada pukul 17.00.

"Kan biasanya usaha kafe itu dibuka mulai pukul 17.00. Sebab, pelanggan kafe biasanya datang mulai jam seperti itu."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved