Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Tokoh

Masih Ingat Buni Yani? Sosok yang Penjarakan Ahok, Ngaku Hidupnya Hancur, Kini Gabung Partai Baru

Buni Yani merupakan pengunggah video pidato kontroversial Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 2016 lalu

Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
merdeka
Buni Yani dan Ahok 

TRIBUNMNADO.CO.ID - Masih ingat Buni Yani ? Sosok yang penjarakan Ahok kasus penistaan agama, kabarnya kini gabung partai. Ini Kabar Buni Yani sekarang.

Buni Yani diketahui telah bergabung di Partai Ummat besutan Amien Rais. Berikut selengkapnya!

Sosok Buni Yani dulu bikin Basuki Tjahaja Purnama ( BTP ) alias Ahok dipenjara kasus penistaan agama.

Buni Yani merupakan pengunggah video pidato kontroversial Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta pada 27 September 2016.

Video berdurasi 30 detik itu kemudian menjadi pemicu kegaduhan nasional dan mengantarkan Ahok menjadi tersangka kasus penistaan agama. Ahok dianggap semberono menafsirkan QS. Al-Maidah: 51.

Potongan pidato itu disebar di media sosial oleh Buni Yani dengan mengedit sehingga memancing massa turun ke jalan untuk memenjarakan Ahok sebagai penista agama.

Dituding Menghina Persidangan, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/buni-yani' title='Buni Yani'>Buni Yani</a> Terancam Dilaporkan Jaksa Penutut Umum ke Polisi
Buni Yani (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Oleh relawan pendukung Ahok, Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja), Buni Yani dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Jakarta.

Buni Yani akhirnya divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung dengan Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE yakni melakukan ujaran kebencian dan menyunting isi video pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Kemudian, MA menolak perbaikan kasasi dari Buni Yani dengan nomor berkas pengajuan perkara W11.U1/2226/HN.02.02/IV/2018 sejak 26 November 2018.

Buni Yani sempat berujar hidupnya hancur karena kasus hukum yang menjeratnya ini.

Setelah menjalani hukuman penjara selama 11 bulan, Buni Yani akhirnya bebas penjara pada Januari 2020 lalu.

Kabar Buni Yani sekarang

Tak lagi muncul sejak dipenjara, mantan terpidana ujaran kebenciaran Buni Yani tiba-tiba menemui Amien Rais.

Kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus menyatakan bergabung dengan Partai Ummat.

Dilansir Tribun Timur, Buni Yani mengaku sangat senang bertemu Amien Rais.

Ia pun bertanya kepada Amien Rais apakah tenanganya dibutuhkan untuk berkontribusi dalam Partai Ummat.

Masih Ingat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/buni-yani' title='Buni Yani'>Buni Yani</a> Bikin <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ahok' title='Ahok'>Ahok</a> Dipenjara Kasus Penistaan Agama? Kini Bergabung Partai <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/amien-rais' title='Amien Rais'>Amien Rais</a>
Buni Yani dan Ahok (Istimewa)

"Sangat..sangat diperlukan. Garis lurus," jawab Amien Rais.

Buni Yani pun mengungkapkan tujuan kedatangannya untuk mendukung dan bergabung dengan Partai Ummat. "Kita insyaallah mendukung Partai Ummat.

Mudah-mudahan kelak diridhoi oleh Allah SWT dan menjadi, apa namanya, catatan amal kita," kata Buni Yani Buni, di video Youtube Terminal Amien Rais, Kamis (4/3/2021).

"Dan kelak di akhirat, inilah yang menjadi jejak kita pernah berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di atas bumi ini. Gitu pak Amien," jelas Buni Yani.

Ucapan Buni Yani diaminkan Amien Rais.

"Amin..Amin.. Amin.. Iya..iya.. Terima kasih," ujar Amien Rais

Profil Buni Yani

Buni Yani mengawali pendidkan tingginya di  Fakultas Sastra Inggris Udayana, Bali. Setelah itu, ia berhasil meraih gelar master dari Ohio University, Amerika Serikat (AS).  

Blak-blakan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/buni-yani' title='Buni Yani'>Buni Yani</a>, Begini Hancurnya Hidupnya Sekarang Gara-gara Video <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ahok' title='Ahok'>Ahok</a>
Buni Yani (Tribunnews)

Ia mengambil gelar Doktoral sekaligus sebagai peneliti di Faculty of Social and Behavioral Sciences, Institute of Cultural Anthropology and Development Sociology, Leiden University.

Ia menyandang gelar Master of Arts dalam studi Asia Tenggara. 

Sebelum terbang ke AS, Buni dikenal aktif sebagai jurnalis. Sejak 1996 hingga 1999, Buni bekerja sebagai wartawan untuk Australian Associated Press (AAP) dan sering menulis tentang isu-isu terkait Asia Tenggara.

Ketika di AS, pria yang tinggal di Depok, Jawa Barat, ini juga pernah menjadi jurnalis untuk Voice of America (VOA).

Buni bekerja sebagai dosen di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, sejak 2004.

Namun ia segera mengundurkan diri seiring kasus yang menderanya mencuat. (tribunmanado.co.id/finneke wolajan)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved