Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Latihan Militer AS dan Korsel Ditentang Kim Yo Jong, Keluarkan Sebuah Ancaman

Seorang pejabat kuat Korea Utara sekaligus saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un memberikan peringatan kepada Amerika Serikat

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Istimewa
Adik Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, yakni Kim Yo Jong ancam Joe Biden. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pejabat kuat Korea Utara sekaligus saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un memberikan peringatan kepada Amerika Serikat dan Korea Utara.

Hal itu disampaikan Kim Yo Jong dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara KCNA pada Selasa (10/8/2021).

Peringatan tersebut terkait dengan program latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Kantor berita Yonhap melaporkan pada Senin (9/8/2021), Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan militer pada Selasa (10/8/2021).

Kim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Ho Chi Minh Mausoleum di Hanoi, Vietnam, pada 2 Maret 2019.
Kim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Ho Chi Minh Mausoleum di Hanoi, Vietnam, pada 2 Maret 2019. (Jorge Silva/REUTERS)

Kedua negara itu tetap melanjutkan latihan meskipun Korea Utara memberi peringatan bahwa program tersebut akan menghambat kemajuan dalam meningkatkan hubungan antar-Korea.

Dikatakan Kim Yo Jong, Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih besar jika tetap melanjutkan latihan militer bersama.

"Latihan itu adalah tindakan yang tidak diinginkan dan merusak diri sendiri yang mengancam rakyat Korea Utara dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea," kata Kim Yo Jong sebagaimana dilansir CNA.

"Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih serius dengan mengabaikan peringatan berulang kami untuk melanjutkan latihan perang yang berbahaya," tambahnya.

Kim Yo Jong menuduh Korea Selatan melakukan tindakan berbahaya karena melanjutkan latihan tak lama setelah hotline antara Pyongyang dan Seoul dihubungkan kembali dalam upaya untuk meredakan ketegangan.

Reaksi Korea Utara terhadap latihan itu mengancam akan menggagalkan upaya Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membuka kembali kantor penghubung bersama yang diledakkan Pyongyang tahun lalu dan untuk mengadakan pertemuan puncak sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan hubungan.

Pada Senin (10/8/2021), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, waktu, skala dan formasi latihan belum selesai.

Pasukan Amerika Serikat-Korea Selatan menolak berkomentar, mengutip kebijakannya.

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan sebagai warisan Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata daripada kesepakatan damai, meninggalkan semenanjung Korea dalam keadaan perang teknis.

Latihan telah diperkecil dalam beberapa tahun terakhir untuk memfasilitasi pembicaraan yang bertujuan untuk membongkar program nuklir dan rudal Pyongyang dengan imbalan keringanan sanksi Amerika Serikat.

Namun negosiasi gagal pada 2019. Sementara itu, Korea Utara dan Amerika Serikat mengatakan, mereka terbuka untuk diplomasi.

Kim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kim-yo-jong' title='Kim Yo Jong'>Kim Yo Jong</a> (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/korea-selatan' title='Korea Selatan'>Korea Selatan</a> Moon Jae-in pada 27 April 2018.
Kim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018. (POOL New via REUTERS)

Keduanya juga mengatakan terserah pada pihak lain untuk mengambil tindakan.

Kim Yo Jong mengatakan, tindakan militer Amerika Serikat menunjukkan bahwa pembicaraan Washington tentang diplomasi adalah kedok munafik untuk agresi di semenanjung Korea.

Perdamaian hanya akan mungkin terjadi jika Amerika Serikat membongkar kekuatan militernya di Korea Selatan, lanjut Kim Yo Jong.

Menanggapi hal itu, Korea Selatan akan meningkatkan "pencegahan mutlak", termasuk kemampuan serangan pre-emptive yang kuat, untuk melawan ancaman militer Amerika Serikat yang terus meningkat.

"Kenyataannya telah membuktikan bahwa hanya pencegahan praktis, bukan kata-kata, yang dapat menjamin perdamaian dan keamanan semenanjung Korea, dan itu adalah keharusan bagi kita untuk membangun kekuatan untuk menahan ancaman eksternal dengan kuat," kata Kim Yo Jong.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korea Utara Menentang Latihan Militer AS dan Korea Selatan hingga Ancam Keamanan Kedua Negara

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved