Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dampak Pandemi Covid

Orangtua Meninggal karena Covid-19, Total 11.045 Anak Indonesia Jadi Yatim Piatu Akibat Pandemi

Seperti yang diketahui pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia mengakibatkan banyak korban jiwa.

Editor: Glendi Manengal
istimewa/Tribunmanado
Ilustrasi anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia mengakibatkan banyak korban jiwa.

Terkait hal tersebut banyak anak yang terdampak dari pandemi Covid-19.

Total 11.045 anak kini menjadi yatim piatu akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Ingat Umar Patek Teroris Bom Bali? Kembali ke NKRI, Dipilih jadi Pasukan Pengibar Upacara 17 Agustus

Baca juga: Alice Norin Ungkap Pengalamannya Alami Breakout Parah di Wajah

Baca juga: 3 Berita Populer Selebriti Siang ini, Kabar Jihan Fahira, Umi Pipik dan Sosok Adam Deni

Foto ilustrasi anak. (hackensackmeridianhealth.org)

Data Kementerian Sosial RI per 20 Juli 2021 menyebut ada 11.045 anak jadi yatim piatu akibat pandemi covid-19.

Dari data yang sama, tercatat 350.000 anak terpapar dan 777 anak meninggal dunia akibat Covid-19.

"Sejauh ini data akurat by name by address terkait anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19 masih dalam proses pengumpulan oleh tim kami di lapangan," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dikutip dari laman resmi Kemensos, Minggu (8/8/2021).

Menurut Risma, perlu dilakukan respons cepat terhadap anak-anak yang kehilangan kedua orang tua saat pandemi covid-19.

Para pendamping anak lanjut Risma juga telah memberikan penanganan terhadap anak tersebut.

"Namun demikian, para pendamping juga telah melaksanakan respon kasus untuk anak-anak tersebut," jelas Risma.

Selain melakukan pendataan, Kemensos juga memberikan dukungan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Program itu mencakup pemenuhan kebutuhan obat-obatan, vitamin, tes swab/PCR, vaksinasi, konseling anak serta keluarganya, dan kebutuhan dasar anak lainnya.

Selanjutnya, Kemensos juga mereunifikasi anak dengan keluarga besarnya, serta memfasilitasi pengasuhan alternatif melalui pengasuhan oleh orangtua asuh/wali/pengangkatan anak dan pengasuhan melalui panti.

Eks Wali Kota Surabaya ini juga menjelaskan, salah satu anak yang telah direunifikasi adalah Vino (10), yang tinggal di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Vino menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal terpapar Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved