Breaking News:

Kasus Penyebaran Covid-19 di Sitaro Terus Meningkat

Untuk 61 pasien tersebut sebagian besar sudah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus mengalami peningkatan. Data terbaru yang diperoleh Tribunmanado.co.id mencatat, akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu mencapai 364 kasus.

Angka ini muncul menyusul pertambahan 61 kasus baru sebagaimana data kondisi epidemologi Covid-19 di Sulawesi Utara per tanggal 6 Agustus 2021 dan 11 kasus per tanggal 8 Agustus 2021. Dari jumlah tersebut terdapat 71 kasus aktif yang saat ini sedang menjalani perawatan medis dan isolasi mandiri di beberapa fasilitas kesehatan (faskes) maupun tempat isolasi.

Satu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tagulandang, enam pasien di RSUD Lapangan Sawang, satu pasien di RSUD Bitung, dua pasien di RSUP Prof Dr R D Kandou, satu pasien di RS Wolter Mongisidi Manado, satu pasien RS Medical Center Manado serta 58 lainnya menjalani isolasi mandiri.

Selain mereka yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19, sejumlah pasien dengan status suspek dan probable juga tengah menjalani perawatan dan isolasi di beberapa fasilitas kesehatan dan tempat isolasi. Empat kasus suspek dalam perawatan medis, masing-masing dua pasien di RSUD Lapangan Sawang dan dua pasien RSUD Tagulandang.

Begitu pula dengan probable dengan empat kasus yang sedang dirawat di RSUP Prof Dr R D Kandou, RSUD Lapangan Sawang serta RSUD Tagulandang. Adapun jumlah pasien yang sembuh berdasarkan laporan harian Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro tercatat sebanyak 263 orang dan meninggal dunia 30 orang.

Sejauh ini untuk kasus suspek maupun probable belum ada perubahan jumlah. Sementara kasus terkonfirmasi positif bertambah 11 orang, terdiri dari tiga pelaku perjalanan dan delapan kontak erat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule menjelaskan, pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covis-19 pada tanggal 6 Agustus lalu adalah hasil Rapid Test Antigen terhadap kontak erat pasien yang diinput selama dua minggu terakhir.

"Dan baru dirilis hari Jumat lalu secara nasional dari sistem yang disebut all record," ujar Raule.

Hal ini, sambungnya, sesuai kebijakan terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa semua daerah saat ini menggunakan Rapid Test Antigen sebagai dasar diagnosa Covid-19, terlebih khusus bagi daerah kepulauan.

"Untuk 61 pasien tersebut sebagian besar sudah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh," ujar Raule sembari menyebut sesuai asesmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saat ini Kabupaten Sitaro telah masuk level empat. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved