Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Senin 9 Agustus 2021, Keluaran 2:13-14 : Ketika Yang Salah Merasa Benar

"Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Niat baik, dibalas dengan maksud jahat. Itulah yang dialami Musa. Musa yang baru saja membunuh orang Mesir demi membela dan menyelamatkan rekan sebangsanya, bermaksud mendamaikan 2 sesama orang Israel yang berkelahi. Dilatari niat baik, diapun menegur seorang di antara mereka yang salah.    

Namun teguran dan niat baik Musa agar mereka berdamai sebagai satu keluarga bangsa Israel, ditolak mentah-mentah si yang salah.

Dia malah menantang dan menyerang bahkan balik mengancam Musa yang baru saja menyelamatkan sesama bangsa Israel dengan membunuh si penganiaya (orang Mesir).

Ancamannya itu membuat Musa tidak nyaman. Dia takut dan merasa nyawanya terancam akibat perbuatannya itu. Musa berpikir bahwa kasus pembunuhan yang dia lakukan itu pasti heboh.

Dia akan menanggung akibat perbuatannya itu. Padahal, niatnya baik untuk menyelamatkan bangsanya yang tertindas oleh kerja paksa.

Demikian firman Tuhan hari ini. "Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"

Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan." (ay 13, 14)

Musa ketakutan akibat perbuatannya itu. Dia kuatir akibat pembunuhan yang dilakukannya itu, dia bakal dihukum berat.

Bahkan bisa dihukum mati (dibunuh) karena menentang perbudakan Mesir terhadap bangsa Israel, yang sudah menjadi garis komando perintah dari Firaun. Itu sama saja dengan melawan Firaun.

Sementara panggilan kemanusiaan dan kebangsaannya, memaksa dia melakukan perbuatan itu. Sebab sudah cukup lama dia mendengar jeritan penderitaan dan kesengsaraan umat Israel oleh Firaun.

Sementara dia sendiri tinggal di istana bersama Firaun. Dia merasa bersalah. Karena itu dia pergi menjumpai orang-orang sebangsanya dengan maksud melihat apa yang sebenarnya terjadi sekaligus berniat membela dan membebaskan mereka dari perbudakan.

Tapi niat baiknya Gatol (gagal total). Baru saja dia mengawali perjuangannya, Musa sudah ditantang bahkan ditolak oleh sesama orang Israel yang nyata-nyata salah telah memukul saudara sebangsanya.

Nyata-nyata salah tapi merasa benar dan membenarkan diri dengan menyalahkan dan menyerang orang lain (Musa). Itulah yang terjadi.

Sahabat Kristus, niat baik kita, tidak selalu ditanggapi baik oleh orang yang bersangkutan. Entah karena cara kita yang salah, ataupun karena orang yang menjadi alamat niat baik kita tidak suka dengan kita, akhirnya gagallah niat baik kita. Sama seperti yang dialami Musa.

Si yang salah membenarkan dirinya dengan menyalahkan orang lain.

Setiap maksud baik kita terhadap siapapun, selalu mengundang reaksi, baik positif (baik) maupun negatif (jahat). Tapi niat dan maksud baik, jangan kalah oleh perlawanan kejahatan. Kebaikan dan kebenaran haruslah dipertahankan, meski terus ditolak dan dilawan.

Musa tidak langsung marah kepada si yang bersalah. Dia justru merasa bersalah dengan tindakannya itu. Karena memang telah salah membunuh orang Mesir, meski itu dilakukan dalam keadaan terpaksa dan memaksa 

Terkadang pun kita berlaku sama dengan si orang Israel yang salah. Jika ada sesama, saudara atau pimpinan bahkan siapapun menegur kesalahan kita, kita jadi marah.

Padahal belum tentu dia bermaksud jahat. Justeru teguran itu berdimensi positif (baik) dan konstruktif (membangun). Maksudnya agar kita tidak larut bahkan hancur dalam kesalahan, tapi harus berobah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Kita harus selalu berpikir positif dalam segala hal. Jika kita yang berniat dan bermaksud baik, apapun reaksi orang, kita harus menghadapinya secara positif, arif dan bijaksana.

Hal yang sama juga jika kita yang menjadi alamat teguran majsud dan niat baik orang lain. Kita harus tetap melihat dari sisi positif, mengambil apa yang baik bagi kehidupan kita.

Sebagai keluarga dan umat Kristiani, kita haruslah hidup dalam kasih. Jangan membalas jahat dengan jahat. Apalagi membalas kebaikan dengan kejahatan. Itu menyakiti hati Tuhan. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. 

Apapun yang kita lakukan di dunia ini kepada semua orang, lakukanlah itu seperti kita lakukan untuk kita. Apa yang kita ingin orang lain lakukan bagi kita, lakukanlah itu juga kepada sesama.

Landasilah segala prilaku hidup kita, baik pikiran, perkataan maupun perbuatan, dalam kasih Kristus, yakni kasih tanpa batas. Tuhan pasti menyertai dan memberkati kita dan keluarga. Amin

Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami selalu berlaku baik dan benar kepada semua orang berdasarkan kasih yang Tuhan ajarkan bagi kami. Amin. (Jackried Malueseng)

Berita Terkait Bacaan Alkitab

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved