Breaking News:

Berita Bitung

Hermina Kakalang Salah Satu Suplayer Ikan di Bitung Curhat Soal Komitmen Kesepakatan Harga Jual

Hermina Kakalang satu diantara suplayer ikan menyampaikan curahan hatinya terkait dengan keberadaan oknum perusahaan pembeli ikan yang tak komitmen

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
christian wayongkere/tribun manado
Hermina Kakalang saat diabadikan ketika menyampaikan curhatnya terkait keberadaan oknum perusahan ikan pembeli ikan dari nelayan yang tidak komitmen. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Hermina Kakalang (52) satu diantara suplayer ikan dari para nelayan, menyampaikan curahan hatinya (curhat) terkait dengan keberadaan oknum perusahaan pembeli ikan yang tidak komitmen dengan kesepakan harga jual.

Hal ini di alami Ci Ola sapaannya, beberapa hari yang lalu.

Kepada wartawan Minggu (8/8/2021), Herina Kakalang menceritakan peristiwa ini dia alami pada tanggal 29 Juli 2021, di Dermaga pelabuhan perikanan samudera (PPS) Aertembaga Bitung.

Saat itu, ada ikan yang diperoleh para nelayan dan sebagai suplayer akan menjualnya ke pembeli.

Ikan jenis malalugis yang didapat oleh kapal ikan ada puluhan ton, dan sudah bersepakat dengan seorang pembeli dari sebuah perusahan ikan yang terletak di Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Total harga yang harus di bayar oleh si pembeli Rp 261 juta sekian akan tetapi, setelah dicek pihak pembeli hanya membayar sebesar Rp 249 juta sekian jadi ada selisih sekira Rp 12 juta yang belum dipenuhi.

Dalam curhatnya kepada wartawan Ci Ola bilang, hal seperti ini kiranya jangan terjadi ke orang lain cukup dia yang mengalami.

"Iya, karena kasian para nelayan jika alami hal seperti yang saya alami. Sudah deal harga sekian di pelabuhan namun belakang harganya berubah karena alasan ini dan itu," keluh CI Ola Minggu (8/8/2021).

Selama bertahun-tahun menekuni profesi ini menyayangkan keberadaan oknum pembeli yang mematok harga hingga lima kali berubah hingga harganya jauh dibawah standart hingga mengatur berat ikan yang ditimbang.

Oknum itu justru mengatur dan mematok harga ikan per ekor, mulai dari rp 20 ribu, hingga Rp 4 ribu per kilo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved