Advetorial

Olly Dondokambey Gaungkan 'Gerakan Mari Jo Bakobong', Nilai Tukar Petani Naik Konsisten

Gubernur Olly Dondokambey menggaungkan Gerakan Mari Jo Bakobong, apalagi di masa Pandemi Covid 19, sektor pertanian dan perkebunan paling bergairah.

Foto dokumentasi Pemprov Sulut
Gubernur Olly Dondokambey menggaungkan Gerakan Mari Jo Bakobong, apalagi di masa Pandemi Covid 19, sektor pertanian dan perkebunan paling bergairah. 

Olly Dondokambey, Gubernur Sulut didampingi Wagub Steven Kandouw terus memimpin Sulawesi Utara di masa Pandemi Covid 19

Di dera Covid di awal 2020, Olly terus berupaya mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi disamping jor-joran melakukan penanganan terhadap pandemi

Langkah pemerintah membuahkan hasil, sempat terkontraksi, ekonomi Sulut membaik dari waktu ke waktu, terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut merilis men data ekonomi Sulut pada triwulan II-2021.

Ekonomi tumbuh 8,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pencapaian ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata ekonomi Indonesia triwulan II-2021 sebesar 7,07 persen (yoy).

Sebelumnya, ekonomi Sulut tumbuh 1,87 persen pada triwulan I-2021.

Sementara pada triwulan II-2020, ekonomi Sulut harus mengalami kontraksi hingga minus 3,84 persen.

Gubernur Olly Dondokambey menggaungkan Gerakan Mari Jo Bakobong, apalagi di masa Pandemi Covid 19, sektor pertanian dan perkebunan paling bergairah.
Gubernur Olly Dondokambey menggaungkan Gerakan Mari Jo Bakobong, apalagi di masa Pandemi Covid 19, sektor pertanian dan perkebunan paling bergairah. (Foto dokumentasi Pemprov Sulut)

Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha di Sulut mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II-2021 dengan pertumbuhan paling signifikan dialami oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni sebesar 70,62 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran pembentukan modal tetap bruto yakni sebesar 14,76 persen.

Struktur ekonomi Sulut triwulan II-2021 didominasi oleh lima lapangan usaha, berturut-turut yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan 20,87 persen; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor 13,26 persen; konstruksi 11,88 persen; industri pengolahan 9,97 persen; dan transportasi dan pergudangan 8,62 persen.

Kemudian dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 41,77 persen, kemudian pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar 33,87 persen, serta ekspor barang dan jasa sebesar 26,42 persen. (adv)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved