Breaking News:

Program Vaksinasi di Kepulauan Sitaro Terhenti

Semua telah kita sebar ke puskesmas-puskesmas yang ada di Sitaro untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Program vaksinasi di Sitaro beberapa waktu lalu melambat akibat minimnya ketersediaan vaksin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Program vaksinasi dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terhenti.

Kondisi ini dikarenakan stok vaksin di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro telah habis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule mengatakan, pihaknya terakhir menerima pengiriman vaksin sebanyak 1.400 dosis yang terdiri dari 1.000 dosis atau 100 vial vaksin jenis biofarma dan 400 atau 40 vial vaksin jenis antrazeneca.

"Semua telah kita sebar ke puskesmas-puskesmas yang ada di Sitaro untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua," ungkap Raule, Selasa (3/8/2021).

Adapun puskesmas yang menerima distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan Sitaro, yakni Puskesmas Hiung Kecamatan Siau Barat Utara sebanyak 22 vial, Puskesmas Tagulandang sebanyak 15 vial, Puskesmas Salili Kecamatan Siau Tengah 15 vial, Puskesmas Minangan Kecamatan Tagulandang Utara 10 vial serta Puskesmas Kisihang Kecamatan Tagulandang Selatan 15 vial.

"Selebihnya, termasuk astrazeneca dipakai untuk vaksinasi anak dan lansia," ujar Raule.

Atas kekosongan itu, pihaknya telah mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara sejak beberapa waktu lalu. Hasilnya, Dinkes Sitaro telah menerima informasi terkait jatah vaksin yang akan didistribusikan untuk Kabupaten Sitaro.

"Rencananya hari Rabu besok petugas kita akan berangkat ke Manado, menjemput vaksin yang diberikan oleh Pemprov Sulut," lanjutnya.

Terkait jumlah vaksin yang akan diberikan untuk Kabupaten Sitaro, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule belum menyebut angka pasti.

Namun dari informasi awal, jatah yang akan diberikan bagi Sitaro sebanyak 2.700 dosis.

"Jumlahnya tidak banyak karena memang stoknya terbatas di pemerintah provinsi. Sementara hampir semua kabupaten dan kota mengajukan permintaan. Kemungkinan sekitar 2.700 dosis," beber Raule.

Meski demikian, vaksin yang akan diterima nanti belum bisa mendorong kelanjutan program vaksinasi di Kabupaten Sitaro. Pasalnya, jatah tersebut akan diperuntukan bagi mereka yang akan menerima suntikan vaksin dosis kedua.

"Masih banyak yang harus diberikan suntikan kedua. Jadi vaksin yang akan kita terima nanti fokus untuk dosis kedua," ujarnya.

Data terakhir yang diperoleh wartawan menyebut, progres program vaksinasi mencatat jumlah sasaran yang telah divaksin di Kabupaten Sitaro mencapai 21.435 orang dari total sasaran usia 18 tahun ke atas sebanyak 61.174 serta anak usia 12-17 tahun 5.615 atau sekira 35,04 persen.

Angka tersebut terdiri dari tenaga kesehatan 735 orang, pelayan publik 5.333 orang, kalangan lanjut usia 3.310 orang, masyarakat 12.057 orang serta remaja 42 orang. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved