Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksinasi Suntikan Ketiga atau Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan, Pemerintah Pakai Vaksin Moderna

Pemerintah masih akan melakukan vaksinasi dosis selanjutnya atau suntikan ketiga. Untuk vaksinasi suntikan ketiga pemerintah pakai vaksin moderna.

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi vaksinasi. Tenaga kesehatan di Indonesia akan mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyuntikan vaksin di Indonesia tak berhenti sampai pada dosis kedua.

Pemerintah masih akan melakukan vaksinasi dosis selanjutnya atau suntikan ketiga.

Untuk vaksinasi suntikan ketiga atau booster ini pemerintah menggunakan vaksin moderna.

Baca juga: Ingat si Ronaldowati Nona Berlian? Lama Tak Terekspos, Kini Sudah Dewasa dan Cantik, Ini Kabarnya

Baca juga: Upaya Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Bolsel Keluarkan Surat Edaran PPKM Level II

Baca juga: Penerimaan Pajak di Sulut Semester I 2021 Capai Rp 1,44 Triliun

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Vaksinasi dosis ketiga atau tambahan (booster) ini coba dilakukan oleh banyak negara termasuk Indonesia.

Tujuannya tentu untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Karena kini telah muncul varian baru virus corona (Covid-19) seperti B.1.617.2 (Delta).

Di Indonesia, suntikan ketiga vaksin covid 19, belum akan dilakukan kepada seluruh masyarakat. Masih terbatas.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr.Siti Nadia Tarmidzi menegaskan bahwa untuk saat ini vaksinasi booster hanya diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga pendukung kesehatan.

Ilustrasi vaksinasi-
Ilustrasi vaksinasi- (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Tentunya ini berlaku bagi nakes yang sebelumnya telah menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua.

"Suntikan ketiga atau booster hanya diperuntukan untuk tenaga kesehatan, termasuk tenaga pendukung kesehatan," kata dr. Nadia, dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Senin (2/8/2021) pagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved