Breaking News:

Berita Minsel

Pendapatan Rumah Makan dan Kafe di Kabupaten Minahasa Selatan Merosot di Masa PPKM

Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pengusaha rumah makan dan kafe mulai menjerit.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rul Mantik
Kondisi Rumah Makan Triple R di Amurang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di semua daerah di Indonesia, berakibat buruk di semua sektor usaha.

Tak terkecuali, usaha kuliner seperti rumah makan, kafe, pasar hingga pusat perbelanjaan modern, ikut merasakan keterpurukan.

Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pengusaha rumah makan dan kafe mulai menjerit.

Mereka mengakui, pendapatan usaha mereka merosot jauh. Karyawan yang bekerja pun terancam dirumahkan.

"Omset rumah makan kami turun jauh. Dibandingkan sebelum pandemi dan PPKM, pendapatan hanya 20 persen," kata Ketlyn, pengusaha Rumah Makan Triple R di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Senin (2/8/2021).

Menurut Ketlyn, biasanya dia menyetok makanan hingga 20 panstof per hari, tidak dihitung dengan makanan siap saji yang dipajang di etalase.

"Namun, sekarang tinggal yang dipajang di etalase. Tidak ada lagi stok pendukung lainnya," ungkap pengusaha kuliner yang telah puluhan tahun eksis di Kabupaten Minsel itu.

Namun, kata wanita murah senyum ini, dia coba bertahan dengan harus membayar 2 orang karyawannya.

"Kami mencoba bertahan. Berharap PPKM dan pandemi ini segera berakhir. Kalau tidak, saya belum tahu masa depan usaha kami ini," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan owner Kafe Kopi Singgah, Michael Pangkey. Dia mengakui ada penurunan pendapatan yang cukup jauh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved