Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Sosok Muamar Qadafi? Pelatih Bulu Tangkis Asal Indonesia, Sukses Latih Kevin Cordon di Guatemala

Muamar Qadafi menjadi pelatih Pebulu tangkis tunggal putra Kevin Cordon asal Guatemala.

Editor: Aldi Ponge
AFP/PEDRO PARDO
Pebulu tangkis asal Guatemala Kevin Cordon memeluk pelatihnya seusai mengejutkan Olimpiade Tokyo 2020 dengan mengalahkan Heo Kwang-hee (Korea Selatan) di babak perempat final nomor tunggal putra pada Sabtu (31/7/2021).() 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Muamar Qadafi, pelatih bulu tangkis asalh Indonesia yang kini melatih di Guatemala.

Muamar Qadafi menjadi pelatih Pebulu tangkis tunggal putra Kevin Cordon asal Guatemala.

Kevin Cordon baru saja mencetak sejarah bagi negaranya dan untuk pertama kali menembus semifinal olimpiade.

Kevin Cordon mengalahkan wakil Korea Selatan Heo Kwang-hee lewat straight game dengan skor 21-13 dan 21-18 di Musashino Forest Sport Plaza, Sabtu (31/7/2021).

Kevin Cordon akan berhadapan dengan pebulu tangkis Denmark Viktor Axelsen di semifinal yang akan digelar hari ini, Minggu (1/8/2021).

Sosok Muamar Qadafi

Bambang Roedyanto, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto mengungkapkan sosok Muamar Qadafi ketika Kevin Cordon melangkah ke perempat final.

"Kevin Cordon menjadi pemain pertama dari PanAm Continental ke Quarterfinal. dia dilatih pelatih dari Indonesia. Kalau tidak salah namanya Khadafi," tulis pria yang akrab disapa Koh Rudy dikutip dari berita Kompas.com, Sabtu (31/1/2021).

Beberapa pengamat bulu tangkis Tanah Air mengutarakan bahwa sosok pelatih Cordon sebenarnya bernama Muamar Qadafi, seorang pelatih asal Solo.

Meski begitu, di situs resmi Olympics, tertera nama pelatih Kevin Cordon adalah Jose Maria Solis yang sesama berasal dari Guatemala dan sudah menukanginya sejak 2004.

Berdasarkan situs Archy Sport, Solis bekerja dengan Qadafi sedari 2017 untuk melatih Kevin Cordon dan juga Nikte Sotomayor, pemain tunggal putri Guatemala.

Keduanya merupakan wakil-wakil Guatemala di cabang bulu tangkis dari total 22 atlet yang dikirim negara tersebut ke Tokyo 2020.

Lalu bagaimana perjalanan karier Muamar Qadafi hingga bisa melatih di Guatemala?

Dikutip dari situs Today in 24, Muamar Qadafi merupakan mantan pemain PB Djarum.

Setelah kariernya sebagai pemain selesai, ia menjadi asisten teknis untuk tim lokal di Indonesia pada tahun 2000.

Perjalanan Qadafi sebagai pelatih di luar Indonesia dimulai pada tahun 2005.

Qadafi melakukan lompatan besar dengan melatih tim bulu tangkis Peru.

Berselang empat tahun kemudian, Qadafi menerima tawaran melatih tim bulu tangkis Guatemala.

Namun, sebelum ke Guatemala, ia pernah melatih tim bulu tangkis lokal di Ekuador.

Kemudian di tahun 2017 Qadafi bekerjasama dengan Jose Maria Solis untuk melatih Kevin Cordon dan Nikte Sotomayor, pemain tunggal putri Guatemala.

Berkat tangan dinginnya, kini Kevin Cordon berhasil mencetak sejarah bagi dunia bulu tangkis Guatemala.

Ia menjadi atlet bulu tangkis asal Guatemala pertama yang berhasil menembus semifinal dan kini berpeluang untuk membawa pulang medali dari Tokyo.

Qadafi kini tengah fokus untuk membawa Kevin Cordon untuk tampil di final badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Di laga semifinal bulu tangkis Olimpiade 2020, anak asuh Qadafi dan Solis, Kevin Cordon akan menghadapi Viktor Axelsen.

Teman Qadafi saat masih sama-sama atlet bulu tangkis dari PB Golden Star Solo, Villa Ratnasari dalam wawancara bersama TribunSolo.

Muamar Qadafi merupakan mantan pemain dari PB Golden Star Solo.

Villa Ratnasari yang juga seorang atlet bulu tangkis, dulu sama-sama mengawali pelatihan bulu tangkis di klub yang sama dengan Qadafi, yaitu PB Golden Star Solo, sebelum pindah ke PB Djarum.

Villa Ratnasari lebih dulu pindah ke PB Djarum, lalu sekitar tahun 1991, Qadafi pindah ke PB Djarum Kudus.

Villa pun menceritakan sosok Qadafi selama ia mengenalnya di asrama.

"Qadafi orangnya pendiem, nggak banyak ngomong, dan tertutup anaknya, dia adik tingkat saya, setahun atau dua tahun dibawah saya," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (31/7/2021).

Menurutnya, Qadafi dikenal dengan sosok taat beribadah.

Villa mengenang bagaimana tingkah laku Qadafi, saat bermain dengan teman-temannya di asrama.

"Pas anak-anak lain pada ribet main ini itu, di cuma sekadar ngimbangin, diajak main bola ikut, diajak main itu, ikut," kenangnya.

 Villa bertemu dengan Qadafi, terakhir kali sekitar tahun 1996, saat Villa keluar dari PB Djarum.

"Kalau sekarang seperti apa dia saya kurang tahu, terakhir komunikasi satu tahun lalu, saya tanya masih ingat nggak sama saya, katanya masih," paparnya.

Villa juga menceritakan tempat tinggal Qadafi kecil. Ia mengatakan Qadafi kecil sebenarnya tinggal bukan wilayah administratif Kota Solo, melainkan di Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di kawasan Waringirejo, Cemani, Sukoharjo.

"Orangtuanya masih di Solo, terakhir saya beli makanan ketemu sama bapaknya Qadafi, katanya sekarang tinggal di Waringinrejo," pungkasnya.

Soal bagaimana Qadafi bisa melatih Guatemala, Villa tak tahu persis ceritanya.

Adapun, pebulu tangkis tunggal putra Guatemala, Kevin Cordon tengah memburu prestasi terbaik bersama kedua pelatihnya Muamar Qadafi dan Jose Maria Solis di Olimpiade Tokyo 2020.

Anak asuh Qadafi dan Solis itu akan berjuang memperebutkan medali perunggu pada Senin (2/8/2021).

TAUTAN AWAL: Profil Singkat Muamar Qadafi, Pelatih Kevin Cordon Asal Indonesia

Berita Terkait Olimpiade Tokyo

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved