Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade Tokyo

Saat Greysia Polli Ambruk dan Dipapah Keluar Lapangan Usai Bertempur 97 Menit Raih Semi Final

Greysia Polii/Apriyani Rahayu pun mencatat sejarah bagai perbulutangkisan Indonesia.

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Istimewa
Ketika Gresya Polli Ambruk dan Dipapah Keluar Lapangan Usai Bertempur 97 Menit demi Tiket Semifinal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Greysia Polii/Apriyani Rahayu pun mencatat sejarah bagai perbulutangkisan Indonesia.

Selama ini, Indonesia memang masih mandul di sektor ganda putri ketika berbicara soal koleksi medali di Olimpiade.

Sejak bulutangkis menjadi olahraga resmi Olimpiade pada 1992, tak sekalipun pasangan ganda putri Merah Putih menembus babak empat besar

Namun, catatan buruk tersebut akhirnya terpecahkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia/Apriyani menjaga harapan medali Olimpiade pertama Indonesia dari ganda putri setelah memenangi pertandingan perempat final.

Greysia/Apriyani menaklukkan wakil China, Du Yue/Li Yin Hui, pada pertandingan di Musashino Forest Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021).

Pertandingan tidak mudah karena harus butuh waktu selama 1 jam 37 menit lebih itu berakhir dengan kemenangan rubber game dengan skor 21-15, 20-22, 21-17 bagi Greysia/Apriyani.

Catatan waktu pertadningan selama 1 jam 37 menit menjadi rekor terlama laga di Olimpiade. Lamanya waktu pertandingan sudah pasti menguras fisik pemain.

Saat pertandingan tersebut berakhir, Greysia pun ambruk di lapangan. Ia harus dipapah untuk meninggalkan lapangan pertandingan karena mengalami kram.

Tim medis sempat masuk lapangan untuk memberi pertolongan Greysia.

Ia pun harus berdiri dengan dibantu Apriyani dan tim medis.

Setelah berdiri, Greysia pun harus dipapah meninggalkan arena pertandingan akibat kram kaki. 

Apriyani mengatakan, bahwa pertandingan dengan Du/Li tidak berjalan mudah.

"Setelah mengamankan game pertama, game kedua itu lepas karena kami terbawa pola permainan mereka," kata Apriyani, dilansir dari BolasSport.com.

"Jadi akhirnya terburu-buru, selalu mati. Pelatih ingatkan coba jangan terlalu terbawa pola permainan mereka."

"Kami coba di game ketiga sejak poin pertama dan kami coba dan yang penting harus konsisten," imbuhnya.

Perjuangan keras untuk meraih kemenangan membuat Greysia/Apriyani begitu mensyukuri pencapaian mereka kali ini.

Meski begitu, Greysia menegaskan bahwa dia tidak boleh terbawa suasana karena masih ada pertandingan lain yang harus dijalani.

"Hari ini kami berterima kasih kepada Tuhan karena mencapai semifinal," kata Greysia, dilansir dari BWF Badminton.

"Saya pikir itu pola pikir paling baik. Pikiran kami harus tertuju kepada [pertandingan] beberapa hari ke depan," imbuhnya.

"Kami merasa emosional setelah pertandingan hari ini. Tapi kami sadar tugas kami belum selesai," ujar Greysia.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi pebulutangkis Indonesia pertama yang lolos semifinal Olimpiade di sektor ganda putri
Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi pebulutangkis Indonesia pertama yang lolos semifinal Olimpiade di sektor ganda putri (Badminton Indonesia)

"Kami bersyukur dengan apa yang sudah kami capai tapi kami mau langsung fokus ke pertandingan selanjutnya. Kunci kemenangan kami tadi adalah bermain sabar untuk tidak terpancing pola permainan mereka," jelas Greysia.

Greysia berusaha meyakinkan bahwa fisiknya tidak mengalami masalah dari pertandingan sengit di perempat final.

"Kaki gak apa-apa. Sekadar kram doang, lawan juga sama sebenarnya. Mau Pemain muda atau tua sama, soalnya kan capek mainnya. Ini hal biasa," katanya.

"Ada ketegangan pada otot paha Greys sehingga mengalami kram, sekarang sudah ditangani terapis untuk direcovery. Besok juga ada rest jadi harusnya semua baik-baik saja," papar Eng Hian, sang pelatih.

Greysia/Apriyani akan menghadapi pasangan unggulan keempat, Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korea Selatan), pada semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Semifinal ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung pada Sabtu (31/7/2021).

Ahsan/Hendra

Harapan medali di sektor ganda putra bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 tinggal ada pada pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Ganda putra senior Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020 dan dijadwalkan bertanding hari ini (Jumat, 30/7/2021).\

Lawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di semifinal Olimpiade Tokyo 2020 terbilang berat, yakni ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Duel Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin dijadwalkan berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Jumat (30/7/2021), pukul 16.15 WIB. Rencananya TVRI dan Indosiar akan menyiarkan langsung atau live pertandingan tersebut.

Semifinal Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Fakta dan Rekor Pertemuan Ahsan/Hendra vs Ganda Taiwan
Semifinal Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Fakta dan Rekor Pertemuan Ahsan/Hendra vs Ganda Taiwan (NOC INDONESIA)

Lee Yang/Wang Chi-Lin bukan pasangan sembarang. Mereka merupakan pasangan penakluk waki ganda Indoensia sekaligus nor satu dunia, penakluk Marcus/Kevin pada laga penyisihan grup.

Tidak cuma itu, Lee Yang/Wang Chi-Lin juga dalam performa terbaik dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Sehingga Ahsan/Hendra patut waspada. Apalagi, fakta dan catatan rekor dalam dua pertemuan terakhirnya pada awal 2021 ini, The Daddies -jukukan Ahsan/Hendra menelan kekelahan.

Ahsan/Hendra pun harus waspada dan butuh kerja keras supaya bisa memenangi laga sekaligus menjaga asa merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

The Daddies lolos ke semifinal setelah menyingkirkan atlet tuan rumah, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-14, 16-21, 21-9.
Sedang Lee Yang/Wang Chi-Lin juga melaju ke babak 4 besar usai menyudahi perlawanan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, dengan skor 21-16, 21-19.

Pertanyaannya, bagaimana rekor pertemuan Ahsan/Hendra vs Lee Yang/Wang Chi-Lin?

Pertarungan Ahsan/Hendra vs Lee Yang/Wang Chi-Lin di semifinal Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi pertemuan ke-11 antara kedua pasangan.

Ahsan/Hendra mecatat enam kemenangan dari 10 pertemuan sebelumnya, sedangkan sang lawan hanya empat kali menang.

Namun, Ahsan/Hendra wajib waspada sebab Lee Yang/Wang Chi-Lin sedang dalampermainan terbaiknya usai meraih tiga gelar beruntun pada awal 2021.

Sebanyak dua pertemuan terakhir kedua pasangan pun dimenangi oleh Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Momen itu terjadi bulan Januari lalu, tepatnya pada Thailand Open dan BWF World Tour Finals 2020 yang bergulir di Bangkok, Thailand.

Pada semifinal Thailand Open, Ahsan/Hendra harus mengakui keunggulan Lee/Wang setelah bermain tiga gim dengan skor 21-14, 20-22, dan 12-21.

Ganda putra yang dijuluki The Daddies itu kemudian kalah straight game 17-21, 21-23 pada partai puncak BWF World Tour Finals 2020.

Meski demikian, Ahsan/Hendra diyakini bisa mengatasi tekanan yang muncul saat berlaga di semifinal hari ini.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi menuturkan, jam terbang yang dimiliki anak didiknya bisa menjadi modal berharga untuk melawan Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Secara pengalaman, Ahsan/Hendra memang lebih unggul. Hendra Setiawan pernah meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido.

Baik Hendra Setiawan maupun Mohammad Ahsan juga sudah tampil tiga kali di ajang multievent empat tahunan ini.

"Ahsan/Hendra ini pemain senior, sudah tiga kali tampil di Olimpiade. Saya percaya mereka bisa mengatur semangat, keinginan, dan kemauan saat menghadapi lawan," kata Herry dikutip Kompas.com.

"Saya percaya secara mental, mereka bisa mengatasi. Terpenting adalah mereka harus bisa atur irama permainan," ucap pelatih yang akrab disapa Herry IP ini.

Ahsan/Hendra- pun mengaku siap menghadapi Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Bagi the Daddies ini merupakan tantangan berat. Lee Yang/Wang Chi-Lin dalam performa permainan terbaiknya. terbukti, mereka merupakan penakluk Marcus/Kevin pada laga penyisihan grup.

"Kami tidak mau mikir medali dulu, masih ada beberapa pertandingan lagi dan lawannya pasti berat jadi mau fokus dan mempersiapkan diri saja dulu," ujar Ahsan dikutip dari laman Badminton Indonesia.

"Untuk semifinal harus lebih siap lagi, lebih berani karena lawan juga makin berat. Kami harus in dari awal, tidak boleh kalah start. Kami siap bertemu siapapun," sambung Hendra.

Semifinal Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Ahsan/Hendra Beber Strategi Hadapi Penakluk Minions (NOC INDONESIA)
Bagi Juara Dunia 2013, 2015, dan 2019 itu, semangat keluarga adalah motivasi terbesar selama tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Ahsan/Hendra selalu memanfaatkan fasilitas telepon dan video call di waktu luangnya untuk menghubungi istri dan anak-anaknya di Tanah Air.

"Kalau ada waktu luang pasti telpon-telponan sama istri dan anak. Mereka selalu memberi semangat dan doa biar saya terus menang," aku Ahsan.

Sayangnya, kemenangan Ahsan/Hendra tidak berhasil diikuti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di laga lain perempat final.

Marcus/Kevin harus mengakui keunggulan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dua gim langsung 14-21, 17-21.

"Pastinya peluru Indonesia di ganda putra berkurang ya karena tadinya kita punya dua, sekarang tinggal satu tapi kami mau coba fokus ke pertandingan kami saja, tidak mau terlalu mikir ke sana," tutur Ahsan tentang kekalahan juniornya tersebut.

Selain Ahsan/Hendra, Indonesia masih memiliki dua wakil lainnya yang berpeluang membawa pulang medali Olimpiade Tokyo 2020.

Anthony Sinisuka Ginting, menjadi harapan Indoensia bisa meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Ia lolos ke perempat final bulutangkis
Anthony Sinisuka Ginting, menjadi harapan Indoensia bisa meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Ia lolos ke perempat final bulutangkis (Badminton Indonesia)

Kedua wakil bulutangkis Indonesia yang masih memiliki peluang meraih medali, yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), dan ganda putri Greysia Polli/Apriyani Rahayu.

Rekor pertemuan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin:

Final BWF World Tour Finals 2020 (31 Januari 2021)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 17-21, 21-23 (kalah)

Semifinal Thailand Open (23 Januari 2021)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 21-14, 20-22, 12-21 (kalah)

Perempat Final Indonesia Masters 2020 (17 Januari 2020)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 9-21, 21-15, 21-19 (menang)

Perempat Final Malaysia Masters 2020 (10 Januari 2020)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 20-22, 21-18, 21-19 (menang)

Semifinal BWF World Tour Finals 2019 (14 Desember 2019)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 21-14, 21-9 (menang)

Fase grup BWF World Tour Finals 2019 (13 Desember 2019)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 18-21, 18-21 (kalah)

Babak pertama China Open 2019 (6 November 2019)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 27-25, 22-24, 21-17 (menang)

Babak 16 besar Australian Open 2019 (6 Juni 2019)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 21-11, 21-9 (menang)

Perempat Final New Zealand Open 2019 (3 Mei 2019)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 18-21, 21-19, 21-14 (menang)

Perempat Final Swiss Open 2019 (15 Maret 2019)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Lee Yang/Wang Chi-Lin - 26-24, 7-21, 12-21 (kalah)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Detik-detik Greysia Polli Ambruk dan Dipapah Keluar Lapangan Usai Bertempur 97 Menit demi Semifinal

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved