Rafael Malalangi
Kronologi Berita Heboh Rafael Malalangi, Dari Pengumuman, Data Error, Hingga Dinyatakan Lulus Lagi
Kronologi Berita Viral Rafael Malalangi, Dari Pengumuman, Error, Hingga Kembali Dinyatakan Lulus.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Heboh di Manado Sulawesi Utara (Sulut) seorang warga bernama Rafael Malalangi namanya hilang dari pengumuman kelulusan Bintara Polri di Polda Sulut.
Padahal sebelumnya nama Rafael Malalangi dinyatakan lulus pada pengumuman online.
Baca juga: Berbuah Manis, Namanya Sempat Hilang di Daftar Lulus Polri, Rafael Kini Diizinkan Ikut Pendidikan
Baca juga: 5 Fakta Rafael Malalangi Lulus Bintara Polri, Orang Tua Bersyukur hingga Komplein Franco Kowal
Baca juga: Profil Hillary Brigitta Lasut, Tidak Pernah Nikmati Gaji, Kagumi Politisi Muda Latin

Nama Rafael Malalangi saat masih tertera dalam daftar lulus seleksi Nasional Bintara Polri. (Facebook/Christofel Tumalun.)
Kronologi Hingga Dinyatakan Lulus Lagi
Pada pengumuman online pada Tanggal 22 Juli 2021 nama Rafael Malalangi dinyatakan lulus.
Kemudian pada Kamis (29/7/2021) pagi, ada pengumuman susulan.
Dan saat itu nama Rafael Malalangi hilang pada daftar pengumuman kelulusan Bintara Polri di Kepolisian Daerah ( Polda) Sulawesi Utara (Sulut).
Pihak keluarga Rafael Malalangi kemudian membuat video dimana menyatakan mengenai yang dialami oleh Rafael Malalangi.
Video itu kemudian viral di media sosial dimana disampaikan dalam video bahwa Rafael Malalangi, namanya tiba-tiba hilang.

Anggota DPR RI asal Sulut, Hillary Brigita Lasut SH LLM dan Rafael Malalangi calon Bintara Polri tahun 2021. (tribunmanado.co.id)
"Saya menangis saat lihat nama saya tidak ada lagi pada daftar pengumuman kedua," kata Rafael Malalangi (18).
Saat itu Rafael Malalangi menangis karena perasaan malu, kecewa dan bingung, mengapa namanya bisa hilang di daftar pengumuman susulan.
"Padahal, saat pengumuman online pada Tanggal 22 Juli, nama saya ada di Nomor Urut 22. Kami semua menyaksikan pengumuman secara online itu," ungkap Rafael dengan terbata-bata sambil menunduk, saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (29/7/2021).
Bagaimana tidak malu, kata dia, warga Desa Pinaoalangkow sudah tahu namanya lulus.
Bahkan, katanya, warga Pinapalangkow telah memberikan dia ucapan selamat atas kelulusan tes Bintara Polri itu.
"Saat teman-teman tahu nama saya ada dalam daftar pengumuman kelulusan secara online, mereka sudah menyampaikan ucapan selamat. Banyak yang menyampaikannya melalui media sosial," ucap Rafael.
Rafael Malalangi dan keluarga sudah menggelar syukuran usai namanya dinyatakan lulus sebagai Polisi.
"Keluarga kami sudah melaksanakan syukuran kelulusan. Tahu-tahunya, nama saya sudah tidak ada lagi," imbuhnya.
Kenly Malalangi, ayah Rafael, mengaku kecewa.
"Siapa yang tidak kecewa. Anak saya sudah dinyatakan lulus saat pengumuman secara online. Tapi, saat pengumuman ulang tadi pagi, nama anak saya sudah digantikan dengan nama orang lain," kata Kenly Malalangi.
Dipanggil ke Polda Sulut
Ayah Rafael Mengaku sehari sesudah pengumuman online di mana nama anaknya dinyatakan lulus, dia mendapat panggilan dari Polda Sulut.
"Tanggal 23 Juli saya dipanggil menghadap ke Polda Sulut. Saya pun langsung pergi menghadap," kata Kenly.
Di salah satu ruangan Polda Sulut, kata Kenly, dia diberitahu oleh salah satu anggota kepolisian bahwa pengumuman penetapan anaknya lulus tes Casis Bintara Polri karena terjadi error.
"Waktu saya menghadap, mereka bilang ada error. Jadi, anak saya sebenarnya tidak lulus. Mereka pun mulai mengemukakan alasan, tetapi saya tidak gubris lagi apa yang mereka katakan," aku Kenly.
Dikejar Polisi Suruh Tanda Tangan Berkas
Ayah Rafael diminta untuk menandatangani satu dokumen yang dia tidak tahu apa isinya.
"Saya menolak menandatangani dokumen itu, sebab saya yakin akan berakibat buruk pada anak saya," ungkapnya.
"Mereka berupaya agar saya menandatangani dokumen yang disodorkan tetapi saya tolak. Bahkan, saat saya mau pulang dan sementara menuruni tangga Polda Sulut, saya masih diminta untuk tandatangan," papar Kenly.
Kekhawatirannya akhirnya terjadi. Saat pengumuman susulan pada 29 Juli 2021, nama anaknya Rafael Malalangi sudah tidak ada lagi dalam daftar.
"Saya kecewa, sedih, mengapa ini bisa terjadi," katanya.
Anggota DPR RI Turun Tangan
Anggota DPR RI asal Sulut, Hillary Brigita Lasut SH LLM dan Rafael Malalangi calon Bintara Polri tahun 2021. (tribunmanado.co.id)
Anggota DPR RI dari Dapil Sulut Hillary Brigitta Lasut SH LLM mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Wibowo.
Hillary mempertanyakan nasib Rafael Malalangi, pemuda asal Minsel yang sempat diumumkan lulus seleksi calon Bintara Polri 2021 di Polda Sulut.
Belakangan namanya hilang dari daftar peserta yang lulus dan diganti nama calon lain.
Berikut isi surat terbuka Hillary Lasut untuk Presiden RI, Kapolri dan Kapolda Sulut.
HILLARY BRIGITTA LASUT, S.H.,LL.M
ANGGOTA MPR/DPR-RI PERIODE 2019 - 2024
NO. ANGGOTA A - 394
FRAKSI PARTAI NASDEM
Jakarta, 29 Juli 2021
Nomor: 155/S.I/DPR-RI/HBL/IV-2021
Perihal : Surat Terbuka
Lampiran : 1 Berkas
Kepada Yth,
1. Bapak Presiden Republik Indonesia
2. Bapak Kepala Kepolisian Republik Indonesia
3. Bapak Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara
Di
Tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan adanya keluhan dari salah satu warga masyarakat yang berada pada wilayah
daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Utara untuk itu , melalui surat ini saya mempertanyakan perihal proses
dan prosedur pengumuman kelulusan calon Bintara Polri Tahun 2021 yang sudah sempat viral di berbagai
media online maupun media sosial.
Disebabkan di dalam proses tersebut terdapat sedikit kejanggalan dalam
proses pengumuman yang dilakukan secara langsung melalui media virtual (Youlutube). Ada pun calon Bintara
yang sudah diumumkan lulus seleksi melalui virtual dan seleksi secara Nasional namun tiba-tiba calon
bintara tersebut dinyatakan tidak lulus melalui surat yang sifatnya privat dan personal.
Oleh sebab itu saya
bermaksud mempertanyakan dan memohon keadilan sesuai dengan asas keadilan hukum di mana calon
bintara tersebut telah mengikuti dan melaksanakan setiap rangkaian proses tahapan seleksi dengan baik
dan benar.
Adapun kronologi yang di maksud sebagai berikut:
1. Pada hari Kamis tanggal 22 Juli 2021. Akun YouTube Humas Polda Sulut Live Streaming, mengumumkan bahwa Rafael Malalangi dengan nomor ujian 032823/P/1682 dinyatakan LULUS dalam
seleksi Bintara Kepolisian RI, melalui Polres Minahasa Selatan lingkup Polda Sulawesi utara.
2. Pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2021 Rafael dan keluarga diundang ke Mapolda Sulawesi Utara dan
di sana panitia menjelaskan bahwa ada KESALAHAN TEKNIS dalam pengumuman dan penilaian sehingga Rafael dinyatakan TIDAK LULUS. (kesalahan teknis yang di maksud yaitu terkait nilai jasmani yang seharusnya di umumkan pada saat tahapan hasil tes seleksi jasmani)
3. Pada Tanggal 29 Juli 2021 Pengumuman resmi dari Polda Sulawesi utara Keluar, dan nama Rafael TIDAK ADA DALAM DAFTAR PESERTA LULUS.
Oleh sebab itu melalui surat ini saya meminta penjelasan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia agar dapat menanggapi masalah yang dimaksud sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di masyarakat.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.
Hormat saya,
Hillary Brigitta Lasut, S.H.,LL.M
Nomor Anggota: A-394
Rafael Malalangi Datang ke Polda Sulut
Pada hari ini Jumat (30/07/2021) siang, Rafael Malalangi (19), pemuda yang sempat diumumkan lulus seleksi calon Bintara Polri 2021 tapi kemudian dinyatakan tidak lulus, mendatangi Mapolda Sulut.
Rafael datang dengan penampilan rapi. Ia mengenakan kemeja batik hitam bercorak coklat.
Ia datang tak sendiri. Rafael datang bersama ayah dan ibunya. Mereka didampingi Anggota DPRD Sulut asal Minsel, Sandra Rondonuwu dan Staf Khusus Anggota DPR RI, Hillary B Lasut, Hesty Sondakh.
Begitu tiba, Rafael dan keluarga naik ke lantai dua Mapolda. Menunggu di lobi ruang kerja Kapolda Sulut.
Tak lama di ruang tunggu. Mereka diminta masuk ke salah satu ruangan di lantai dua. Di ruangan itu, ada Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol. J. Abast.
Polda Sulut Gelar Konferensi Pers
Pada Jumat (30/7/2021), Polda Sulut menggelar jumpa pers.
Pada press confrence yang dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Jumat (30/7/2021), Rafael Malalangi dinyatakan lulus seleksi.
Dia pun kini akan diikutkan di gelombang kedua, memulai pendidikan calon Bintara Polri pada tahun 2022 mendatang.
"Kapolda Sulut, Irjen Pol Nana Sudjana telah mengajukan usulan agar calon siswa Rafael Malalangi, kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan telah disetujui," kata Kabid Humas.
Lanjutnya, Kapolri sudah menyetujui untuk mengakomodir penambahan kuota satu orang atas nama casis Rafael Malalangi.
Selesai jumpa pers Kabid Humas meyampaikan agar Rafael Malalangi menjaga kondisinya hingga pelaksanaan pendidikan di tahun 2022 mendatang.
Mendengar keputusan tersebut Rafael Malalangi sangat bangga dan berterima kasih kepada Kapolri.
"Saya berterima kasih kepada bapak Kapolri yang sudah menerima saya menjadi anggota Polri," kata Rafael.
Dengan perasaan yang sangat senang, Rafael mengaku cinta dan bangga menjadi anggota Polri.
"Kedepannya saya akan tetap latihan, belajar, fisik dan tidak melakukan hal-hal yang buruk," tutupnya.
Di tempat yang sama ayah Rafarl, Kenly Malalangi mengaku sangat senang anaknya boleh diakomodir lagi melanjutkan pendidikan
"Terima kasih Kapolri, Kapolda, Sandra Rondonuwu anggota DPRD provinsi Sulut dan Hillary Brigita Lasut anggota DPR RI dan semuanya terima kasih," kata Kenly.
Kenly sampaikan masalah ini sudah selesai, jadi tidak perlu lagi diperpanjang.
Suatu kebahagiaan tersendiri untuk Rafael Malalangi.
Calon siswa Bintara Polri asal Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut) ini sebelumnya viral di media sosial lantaran namanya hilang dari daftar lulus seleksi Bintara Polri 2021.
Namun kini, Rafael Malalangi merasa gembira.
Keluarga Lega
Kenly Malalangi dan istrinya, Anita Umboh kini lega.
Harapan mereka menjadikan putra sulung, Rafael Malalangi menjadi calon Bintara Polri kesampaian.
Sempat dinyatakan tak lulus, Rafael akhirnya dinyatakan lulus dan berhak ikut pendidikan gelombang pertama tahun 2022.
"Puji syukur kepada Tuhan," kata Kenly usai pertemuan di Mapolda Sulut, Jumat (30/07/2021) sore.
Ia pun berterima kasih kepada Kapolri, Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo yang menerima permohonan agar anaknya bisa diterima sebagai peserta pembentukan Bintara Polri Polda Sulut.
"Kami berterima kasih juga kepada Kapolda Sulut dan jajaran yang sangat bijaksana," kata Kenly.
Ucapan terima kasih juga disampaikan keluarga untuk Anggota DPR RI, Hillary Brigita Lasut dan Anggota DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu.
Dua legislator perempuan ini mendampingi dan memfasilitasi keluarga bermohon ke Kapolri dan Kapolda agar Rafael bisa diterima sebagai calon Bintara Polri.
"Kami juga berterima kasih kepada seluruh warga Sulut yang memberi dukungan. Kami tak bisa sebut satu persatu," kata Kenly.
Sementara, Rafael Malalangi mengungkapkan, enam bulan ke depan ia akan fokus mempersiapkan diri sebelum masuk pendidikan.
"Saya akan jaga kesehatan, latihan fisik dan belajar," kata Rafael yang notabene SMA Negeri 1 Amurang.
Ia mohon dukungan warga Sulut sehingga bisa menjalani persiapan hingga bisa ikut pendidikan Februari tahun depan.
"Mohon doanya. Terima kasih semua dukungan. Kami keluarga tak bisa membalas semuanya," kata Rafael. (ndo)
Pesan Hillary Brigitta Lasut
Anggota DPR RI dari fraksi Nasdem Sulut Hillary Brigitta Lasut mengucapkan selamat kepada Rafael Malalangi yang akhirnya terpilih untuk melanjutkan pendidikan Bintara Polri.
"Saya Hillary Brigitta Lasut anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem Sulut mengucapkan selamat untuk Rafael yang sudah dipercayakan menjadi abdi negara yang masuk pelatihan bulan Februari," kata anak dari Bupati Talaud Elly Lasut ini, Jumat (30/7/2021).
Hillary menyampaikan kepada Rafael untuk mempersiapkan fisik, mental dan terus berdoa.
"Terus semangat jangan sampai semangat yang berkobar di hati Rafael dan masyarakat itu jadi sia-sia," ucapnya.
Hillary satu dengan semangat Rafael Malalangi dan keluarganya.
"Dengan kondisi saat ini saya melihat Tuhan itu ada dan tidak pernah meninggalkan orang-orang yang berharap penuh padanya bahkan disaat tidak ada pengharapan," ujar Hillary.
Hilarry juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya kepada Kapolri, Kadiv Propam dan Kapolda Sulut yang sudah membantu Rafael.
"Terima kasih kepada Kapolda Sulut karena dengan sigap langsung memberikan surat rekomendasi ke pusat untuk perhatian khusus kepada Rafael karena ada satu dan lain hal," ungkapnya.
Hillary berpesan kepada Kapolda agar kinerja aparat bawahannya yang mengecewakan agar tidak segan-segan untuk ditindak
"Keputusan dan tindakan yang bapak ambil ini akan membangkitkan semangat anak-anak di Sulut untuk tidak khawatir untuk bermimpi tinggi. Sukses untuk rafael dan keluarga, Polri dan Polda Sulut," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kronologi-berita-viral-rafael-malalangi-1.jpg)