Breaking News:

Limbah Medis Covid

Terus Bertambah, Limbah Medis Covid-19 Kini Capai 18.460 Ton, Terbanyak di Wilayah Ini

Seperti yang diketahui kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19.

Editor: Glendi Manengal
(Dokumen Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNAs), Bagong Sutoyo)
Ilustrasi Limbah medis dan limbah rumah tangga bercampur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19.

Limbah medis covid-19 pun meningkat hingga puluhan ribu ton.

Baca juga: Bupati Boltim Sachrul Mamonto Berkantor di Kecamatan Modayag, Cari 4 Sangadi Tak Hadir

Baca juga: Gempa Terkini Kamis 29 Juli 2021 Pagi, Berikut Data Magnitudo dan Lokasinya

Baca juga: 6 Wakil Indonesia Bertanding Hari Ini Kamis 29 Juli 2021, Ini Jadwal Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo


Limbah Medis (Kolase Tribun Manado)

Pandemi Covid-19 tak hanya menyebabkan berjatuhannya korban jiwa, namun juga menyisakan banyak limbah medis.

Bahkan makin hari jumlah limbah medis yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) akibat pandemi Covid-19 itu terus meningkat.

”Menurut data yang masuk ke pemerintah pusat dan direcord oleh Kementerian LHK, limbah medis sampai dengan tanggal 27 Juli itu berjumlah 18.460 ton," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar dalam konferensi pers virtual, Rabu (28/7/2021).

Ia menjelaskan, limbah medis Covid-19 itu berasal dari dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit darurat, Wisma tempat isolasi, karantina mandiri, maupun vaksinasi.

Limbah medis itu kata Siti antara lain berupa infus bekas, masker, vial vaksin, jarum suntik, kemudian face shield, beban, hazmat, APD, pakaian medis sarung tangan, alat PCR antigen dan alkohol.

"Itulah yang disebut limbah medis beracun berbahaya," bebernya..

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved