Breaking News:

Kesehatan

Tak Hanya Berat, Rindu Ternyata Juga Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental

Jauh dari orang tersayang bisa memicu peningkatan kecemasan, depresi, dan masalah seperti gangguan tidur, seperti laporan Scientific American

Editor: Finneke Wolajan
Freepik.com
Ilustrasi kesepian menghadapi pandemi 

Padahal, Biles memiliki track record yang cemerlang dalam dunia senam atletik.

Biles telah didiagnosis mengalami depresi. Dalam sebuah wawancara, Biles mengaku tidak sanggup melanjutkan pertandingan karena merasakan kerinduan luar biasa terhadap orangtuanya.

Ajang olimpiade Tokyo tahun ini memang terasa berat karean penonton yang dibatasi dan para atlet tidak bisa ditemani oleh kelaurga atau orang tersayang.

Tentunya, hal itu bisa menambah tekanan mental bagi mereka.

Hal serupa juga pernah dilakukan Naomi Osaka ketika mengundurkan diri dari ajang French Open and Wimbledon karena memprioritaskan kesehatan mental diri daripada ekspektasi fisik orang lain terhadap mereka.

Yah, atlet-atlet ini bukanlah manusia super. Mereka sama seperti kita yang juga memiliki perasaan dan bisa merasakan kerinduan.

Banyak orang menerika kenyataan jika atlet favoritnya mundur dari pertandingan karena mengalami cedera. Namun, kita seringkali sulit menerima dan mengakui etapa sulitnya untuk fokus secara mental dan emosional dan tetap bersaing di level tertinggi.

Seringkali, para atlet ini mengandalkan keluarga dan teman-teman mereka untuk membuat mereka tetap semangat dan fokus dalam bertanding.

Tapi, tribun kosong tahun ini. Mereka tidak bisa melihat ke arah penonton untuk mendapatkan dukungan.

Mereka tidak bisa melihat wajah bangga orangtua saat bertanding dan memastikan bahwa diri mereka akan baik-baik saja.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukan Cuma Berat, Rindu Juga Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved