Breaking News:

Perceraian di Sitaro

Angka Kasus Perceraian di Kabupaten Sitaro Meningkat

Berdasarkan pemetaan wilayah, jumlah kasus terbanyak sepanjang tahun 2020 terjadi di Kecamatan Tagulandang dengan akumulasi sembilan kasus perceraian.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Kepala Dinas Dukcapil Sitaro, Sem Makasiahe. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Selang dua tahun terakhir ini, angka kasus perceraian di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Data yang diperoleh Tribunmanado.co.id mencatat sebanyak 30 kasus perceraian terjadi di tahun 2020.

Angka tersebut meningkat tajam di enam bulan pertama tahun 2021 ini (Januari-Juni) dengan jumlah mencapai 36 kasus.

Untuk tahun 2020, angka tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan sembilan kasus perceraian.

Selanjutnya pada bulan Mei dengan lima kasus perceraian.

Sedangkan berdasarkan pemetaan wilayah, jumlah kasus terbanyak sepanjang tahun 2020 terjadi di Kecamatan Tagulandang dengan akumulasi sembilan kasus perceraian disusul Kecamatan Siau Timur delapan kasus.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sitaro, Sem Makasiahe membenarkan adanya lonjakan kasus perceraian selang 2020 hingga 2021 ini.

Ditemui di ruang kerjanya, Makasihae mengatakan data yang ada di Dinas Dukcapil berdasarkan jumlah putusan pengadilan yang diterima untuk pengurusan akta perceraian.

"Angka ini (kasus perceraian) berdasarkan jumlah percetakan akta perceraian penduduk di Kabupaten Sitaro," kata Makasihae, Rabu (28/7/2021).

Menurut Makasiahe, dari salinan hasil keputusan pengadilan yang diterima Dinas Dukcapil Sitaro diketahui, mayoritas kasus perceraian dipicu faktor ketidakcocokan antara pasangan suami istri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved