Berita Tomohon

Warga Pangolombian Tomohon Mengeluh, Kebun Kena Luapan Air Panas dari PLTP Milik PGE Lahendong

Proyek yang dikelolah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong diduga sempat merugikan masyarakat.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Hesly Marentek
Kolam yang menampung air panas mengandung belerang di PLTP Unit 5 milik PGE Lahendong 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Klaster 5 yang berlokasi di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan menuai keluhan.

Sebab proyek yang dikelolah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong ini diduga sempat merugikan masyarakat.

Hal ini sebagaimana diungkapkan John Pangalila (49), Warga Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan.

Menurut John lahan perkebunan miliknya sering terkena luapan air panas diduga mengandung belerang yang berasal dari PLTP Unit 5.

Bahkan sempat terjadi longsor dan membuat pagar di perkebunannya ambruk.

"Memang sudah beberapa kali, kalu air  yang ada di kolam PLTP Klaster 5 meluap, itu sampai tembus di perkebunan. Malah dua bulan lalu sempat menyebabkan longsor."

Kolam yang menampung air panas mengandung belerang di PLTP Unit 5 milik PGE Lahendong
Kolam yang menampung air panas mengandung belerang di PLTP Unit 5 milik PGE Lahendong (tribunmanado.co.id/Hesly Marentek)

"Nah longsornya terbawa hingga ke perkebunan milik saya, sampai pagar di perkebunan ambruk," ungkap John seraya menambahkan bahwa sudah sering menyampaikan hal ini ke pihak PT PGE Lahendong.

"Dua bulan lalu waktu usai longsor pagar yang ambruk langsung mereka benahi. Tapi material longsor masih dibiarkan. Sudah disampaikan tapi tidak ada tindak lanjut sampai sekarang," tambah John.

Meski begitu, Pria yang menggantungkan hidupnya sebagai petani ini merasa cukup beruntung.

Dikarenakan saat air panas dari PLTP meluap dan meluncur ke kebunnya, John ketika tak berada di lokasi.

"Mujur. Coba saat itu saya di kebun, entah mo jadi apa. Bayangkan panasnya lalu ke badan. Tumbuhan saja langsung kering," ujarnya.

Sementara itu, terpantau di lokasi PLTP Klaster 5, tampak hanya ada beberapa petugas.

Salah satunya Maikel Losu yang merupakan petugas keamanan dari PT PGE Lahendong.

Menurut Maikel kelurahan tersebut sudah sempat disampaikan ke Kantor PGE Lahendong.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved