Breaking News:

Berita Bolsel

Dituding Tak Menghargai Adat Bolsel, AKBP Yuli Kurnianto Berikan Penjelasan

Tokoh adat Bolango, Gorontalo, Mongondow dan Tokoh adat Sanger, kemarin mendatangi kantor DPRD Bolsel.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Indra Lapa
Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kapolres Bolsel diduga melakukan pelanggaran adat yang ada di Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara.

Kritikan berdatangan dari sejumlah masyarakat Bolsel, termasuk para tokoh adat dari 4 etnis.

Tokoh adat Bolango, Gorontalo, Mongondow dan Tokoh adat Sanger, kemarin mendatangi kantor DPRD Bolsel.

Dengan tujuan menggugat sikap Kapolres yang tidak menghargai adat yang ada di Bolsel.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto mengatakan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidakhadirannya pada saat acara Paripurna DPRD HUT Bolsel yang dianggap telah melecehkan adat yang ada di Bolsel.

"Jika itu memang melanggar adat, saya secara pribadi meminta maaf, karena saya tidak hadir bukan karena disengaja tapi saat itu kebetulan juga ada agenda lain yang begitu penting untuk saya hadiri," ujar dia ketika ditemui tribunmanado.co.id di kantornya, Selasa (27/7/2021).

Perwira dua melati ini menambahkan jika pada saat itu ada kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) Kasatbinmas di Mako Polres.

"Sertijab ini kebetulan sudah berapa kali tertunda, sehingga kami langsung buat pada hari itu juga," jelas dia.

Ia menambahkan, saya tidak mau menanggapi dan membikin suasana gaduh, karena ketidaktahuan saya terkait adat yang ada di Bolsel ini.

"Kalau memang saya melanggar adat, sekali lagi kepada seluruh masyarakat dan para tokoh adat saya meminta maaf," tandasnya (Dra). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved