Olimpiade Tokyo 2020
Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020: China dan AS Bersaing Ketat, Indonesia dan Prancis Sama
Klasemen medali Olimpiade Tokyo 2020 untuk sementara dikuasai oleh kontingen China. Indonesia ada di posisi ke-21.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini daftar perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020.
Klasemen medali Olimpiade Tokyo 2020 untuk sementara dikuasai oleh kontingen China. Indonesia ada di posisi ke-21.
China ada di posisi teratas dengan raihan 2 medali emas. Cabang olahraga menembak dan cabang olahraga angkat besi menjadi penyumbangnya.
• Klasemen Sementara Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Melesat Berkat Remaja 19 Tahun

Indonesia untuk sementara menghuni peringkat ke-20 dalam daftar perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020.
Tim Merah Putih meraih satu medali perunggu lewat Windy Cantika Aisah yang turun di cabang olahraga angkat besi kelas 49 kg putri.
Prestasi tersebut diraih Windy setelah mengemas total angkatan 194 kg yang merupakan gabungan hasil terbaik dari angkatan snatch dan clean & jerk.
Total angkatan snatch terbaik Windy Cantika Aisah adalah 84 kg.
Adapun total angkatan clean & jerk terbaik Windy adalah 110 kg.
Hasil tersebut membuat Windy Cantika Aisah berada di peringkat ketiga, di bawah lifter Hoi Zhihui (China) dan Chanu Mirabai (India).
Selain Indonesia, sembilan negara lain juga mengemas satu medali perunggu yaitu Estonia, Perancis, Israel, Kazakhstan, Meksiko, Mongolia, Slovenia, Swiss, dan Ukraina.
Sementara itu, China berada di puncak klasemen dengan raihan empat medali, yakni tiga emas dan satu perunggu.
Sebanyak tiga medali emas milik China dipersembahkan oleh Sun Yiwen (anggar), Yang Qian (menembak), dan Hou Zhihui (angkat besi).
Adapun medali perunggu China datang dari cabang menembak nomor 10 meter air pistol putra.
Italia menyusul di bawah China dengan raihan satu emas dan satu perak, sama seperti perolehan medali tuan rumah Jepang.

Daftar perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 hingga Minggu (25/7/2021) pukul 05.13 WIB:
4. Korea Selatan - 1 emas, 2 perunggu
5. Ekuador - 1 emas
5. Hongaria - 1 emas
5. Iran - 1 emas
5. Kosovo - 1 emas
5. Thailand -1 emas
10. Rusia (ROC) - 1 perak, 1 perunggu
10. Serbia - 1 perak, 1 perunggu
12. Belgia - 1 perak
12. Spanyol - 1 perak
12. India - 1 perak
12. Belanda - 1 perak
12. Rumania - 1 perak
19. Estonia - 1 perunggu
19. Perancis - 1 perunggu
19. Indonesia - 1 perunggu
19. Israel - 1 perunggu
19. Kazakhstan - 1 perunggu
19. Meksiko - 1 perunggu
19. Mongolia - 1 perunggu
19. Slovenia - 1 perunggu
19. Swiss - 1 perunggu
19. Ukraina - 1 perunggu
AS Jadi Negara Tersukses Sepanjang Sejarah Olimpiade
Penyelenggaraan pesta olahraga terbesar sedunia ini tertunda setahun lantaran pandemi Covid-19 yang menerpa dunia.
Olimpiade ini diikuti 11.326 atlet dari 206 kontingen.
Amerika Serikat mencatatkan keikutsertaan ke-28 dalam sejarah Olimpiade musim panas.

Dalam 125 tahun sejarah penyelenggaraan Olimpiade, Amerika Serikat hanya sekali absen dalam Olimpiade, yakni pada Olimpiade Moskow 1980 dalam rangka aksi boikot atas invasi Uni Soviet ke Afghanistan kala itu.
Amerika Serikat sudah 17 kali jadi juara umum dengan total perolehan medali sebanyak 2.522, terdiri dari 1.022 emas, 795 perak, dan 705 perunggu, dan menjadi negara dengan perolehan medali terbanyak sepanjang sejarah.
Perolehan Amerika mengalahkan total perolehan medali Rusia yang menempati peringkat kedua.
Bahkan jika seluruh keikutsertaan Rusia di Olimpiade dihitung, termasuk saat masih menjadi bagian Uni Soviet dan tim gabungan negara-negara bekas Soviet pada Olimpiade Barcelona 1992, selisih perolehannya hampir 1.000 medali.
Total perolehan medali Rusia mencapai 1.556, terdiri dari 589 emas, 486 perak, dan perunggu 481.
Jika mengecualikan perolehan medali semasa era Uni Soviet, maka perolehan medali Rusia ialah 426, terdiri dari 148 emas, 125 perak, dan 153 perunggu.
Aaron O'Neill dalam artikelnya di Statista menyebut negara-negara Eropa dan Anglo-Saxon sedari dulu mendominasi Olimpiade karena punya sumber daya finansial yang kuat sehingga dapat mengirim atlet-atletnya berlaga.
Keuntungan itu yang tidak dimiliki oleh negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang notabene merupakan negara berkembang.
Dikutip dari Reuters, pemasok analisis statistik Gracenote memprediksi jika Amerika Serikat akan kembali menjadi juara umum dalam Olimpiade Tokyo 2020, meski diprediksi mengalami penurunan jumlah medali.
Amerika diprediksi meraih 40 medali emas, turun dari 46 di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Secara total mereka juga hanya meraih 96 medali, turun dari jumlah 121 pada olimpiade sebelumnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Daftar Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020 - China Penguasa, Indonesia ke-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/daftar-perolehan-medali-olimpiade-tokyo-2020.jpg)