Kisah

Mulai Hilang di Era Modern, Ini Kisah Tukang Tambal Sepatu di Manado

Salah satu tukang tambal sepatu yang masih bertahan di Manado adalah Sario (72) yang merupakan warga Teling Bawah, Wenang, Manado, Sulawesi Utara.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Tukang tambal sepatu di Jalan B W Lapian, Sario (72). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Di era modern seperti sekarang, banyak profesi yang hilang.

Salah satunya adalah tukang tambal sepatu dan sandal keliling.

Biasanya mereka menjajakan jasanya keliling dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan seperti sepeda atau motor.

Salah satu tukang tambal sepatu yang masih bertahan di Manado adalah Sario (72) yang merupakan warga Teling Bawah, Wenang, Manado, Sulawesi Utara.

Sario merupakan perantau asal Karanganyar, Jawa Tengah yang sudah tinggal di Sulut selama 35 tahun.

Sebelum menjadi tukang tambal sepatu, Sario sempat bekerja dan tinggal di beberapa daerah seperti Tondano dan Bolaang Mongondow (Bolmong).

Tukang tambal sepatu di Jalan B W Lapian, Sario (72).
Tukang tambal sepatu di Jalan B W Lapian, Sario (72). (Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri)

Sehari-hari, Sario menambal sepatu di Jalan B W Lapian, lebih tepatnya di depan rumah makan Ayam Geprek Maji.

"Biasanya saya mulai bekerja sejak pukul 14.00-17.00 Wita," kata Pak Sario ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Jumat (23/7/2021).

Sario memasang tarif Rp 25 ribu untuk setiap pasang sepatu atau sandal yang ia tambal.

"Kalau sepi kadang tiga hari tidak ada sama sekali yang menambal, kalau ramai sehari bisa empat sampai lima pasang," sambung Sario.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved