Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di TWA Batuangus Diduga Gara-gara Puntung Rokok

Terima kasih semua pihak yang telah bersama memadamkan kebakaran hutan (karhut) di TWA Batuangus

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Kebakaran TWA Bantu Angus, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (23/7/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut), Askhari Dg Masikki menyampaikan penyebab kebakaran Taman Wisata Alam (TWA) Batu Angus di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Sulut.

Seperti diketahui Taman Wisata Alam (TWA) Batu Angus, terbakar pada hari Jumat (23/7/2021) menghanguskan alang-alang.

Petugas gabungan dari Manggala Agni, Polres Bitung, Koramil, Polsek, BPBD Bitung, Damkar Bitung, unsur kecamatan, unsur kelurahan, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat sekitar kawasan dan dikoordinasi langsung BKSDA Sulut.

Dari informasi yang sempat dihimpun, ini kebakaran ketiga kalinya. Pertama di tahun 2015, 2017 dan tahun 2021.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas manusia buang puntung rokok, indikasi ini dikuatkan dengan titik awal api berasal dari pinggiran jalan, namun kami bersama pihak terkait masih melakukan pendalaman dan penyilidikan lebih lanjut,” kata Askhari Dg Masikki kepala BKSDA Sulut, Minggu (25/7/2021).

Terkait dengan keberadaan atau luasan lokasi TWA Batu Angus Bitung Sulut, menurut Askhari lewat hasil pemetaan oleh petugas teknis di lapangan menggunakan drone diperkirakan mencapai 80 hektare.

Adapun areal yang terbakar, didominasi oleh alang-alang dan tanaman perdu lainnya.

Berkat kesigaan dan kolaborasi semua unsur, api dapat di padamkan sehingga tidak menjalar ke kawasan yang berhutan dengan tegakan pohon besar.

Askhari menambahkan sejauh ini tidak ditemukan bangkai satwa liar. Hal ini kemungkinan karena areal yang terbakar landai dan cenderung datar dengan tutupan lahan umumnya alang-alang.

“Sebangsa tikus dan reptil kemungkinan masih bisa bersembunyi di lubang dalam tanah,” tambahnya.

Atas kejadian kebakaran tersebut, BKSDA Sulut mengajak semua pihak untuk terus menjaga kelestarian kawasan hutan dan tidak membakar lahan secara sembarangan baik sengaja maupun tidak.

“Sekali lagi terima kasih semua pihak yang telah bersama memadamkan kebakaran hutan (karhut) di TWA Batuangus,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved