Kabar Israel

Israel Tembak Pemuda Palestina hingga Tewas, Bermula dari Lemparan Batu Pada Tentara Zionis

Para pemuda Palestina memprotes permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, kata pihak berwenang, Sabtu, (24/7/2021).

Editor: Rhendi Umar
AFP
Dua pemuda Palestina berhadapan dengan tentara Israel dalam demo menentang pemukiman ilegal di Tepi Barat, Palestina, Sabtu (24/7/2021).  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para pemuda Palestina memprotes permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, kata pihak berwenang, Sabtu (24/7/2021).

Mohammed Munir Al-Tamimi berusia 17 tahun, yang menderita luka tembak, meninggal di rumah sakit.

Insiden itu terjadi sehari setelah kekerasan di Desa Beita, Palestina.

Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015).
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015). (SPENCER PLATT/GETTY IMAGES/AFP)

Dilansir AFP, Bulan Sabit Merah mengatakan 320 warga Palestina terluka dalam bentrokan itu.

Termasuk 21 oleh tembakan langsung, 68 oleh peluru berujung karet dan banyak lainnya oleh gas air mata.

Tentara Israel mengatakan telah menanggapi dengan cara pembubaran kerusuhan setelah warga Palestina melemparkan batu ke arah mereka.

Israel mengatakan dua tentaranya mengalami luka ringan dalam kekerasan itu, karena terkena lemparan batu.

Beita telah menjadi tempat kerusuhan yang sering terjadi sejak Mei 2021.

Ketika puluhan keluarga Israel tiba dan mulai membangun pemukiman di puncak bukit dekat Nablus yang bertentangan dengan hukum Israel dan internasional.

Setelah berminggu-minggu bentrokan dan ketegangan, pemerintah nasionalis Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan para pemukim yang membuat mereka meninggalkan pos terdepan Eviatar.

Para pemukim meninggalkan rumah-rumah sederhana yang mereka bangun sampai kementerian pertahanan Israel menentukan apakah tanah itu dapat dianggap sebagai wilayah negara.

Militer Israel mempertahankan kehadirannya di Eviatar sampai keputusan dibuat.

Perjanjian itu ditolak oleh walikota Beita, yang mengatakan bentrokan dan protes akan berlanjut selama orang Israel tetap berada di tanah kami

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved