Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Bacaan

Bacaan Niat dan Tata Cara Melaksanakan Salat Sunah Mutlak

Salat ini adalah salat yang dikerjakan tanpa sebab apa pun dan tak terikat pada waktu kapanpun kecuali waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Diskominfo Kotamobagu.
Ilustrasi umat Muslim melaksanakan salat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoSelain salat wajib yang lima, Islam juga mengenal banyak salat sunah. 

Di antaranya adalah salat sunah mutlak. 

Salat ini adalah salat yang dikerjakan tanpa sebab apa pun dan tak terikat pada waktu kapanpun kecuali waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat.

Jumlah salat sunah ini dari dua rakaat sampai tak terbatas.

Bisa dikerjakan dengan dua rakat salam, atau bahkan 4 rakaat dengan satu kali salam dan seterusnya.

Adapun Waktu-waktu terlarang melaksanakan salat, termasuk untuk salat sunah mutlak yakni:

1. Setelah salat subuh

2. Saat matahari terbit hingga naik setengah

3. Matahari tepat di puncaknya, hingga ia mulai condong.

4. Setelah waktu ashar hingga matahari terbenam.

5. Saat matahari terbenam hingga sempurna terbenamnya.

Tata cara salat sunah mutlak

Adapun niat salat sunah mutlak sebagai berikut;

اُصَلِّى سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالٰى

Usholli sunnatan rok’ataini lillahi ta’ala

Artinya :
“Aku niat salat sunah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Berikut tata cara melaksanakan salat sunah mutlak secara bertahap:

Membaca Takbiratul Ihram

ألله أكبر

Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar

Doa Iftitah

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِين

Allahu Akbar Kabiira Walhamdu Lillahi Katsiran wa Subhaanallahi Bukratan wa Ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan wa maa ana min al-musyrikin. Inna Shalaati wa Nusukii wa Mahyaaya wa Mamaati lillahi rabbi al-‘aalamin. Laa Syariika Lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa min al-muslimiin.

Artinya:

"Allah yang Maha Besar sebesar-besarnya, dan segala puji yang banyak hanya kepada Allah, dan maha Suci Allah baik di waktu pagi maupun petang. Sesungguhnya aku hadapkan diriku  kepada yang menciptakan seluruh langit dan bumi, dengan lurus mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As. dan aku bukanlah termasuk kelompok orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan keyakinan itulah aku diperintahkan, dan saya termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang berserah diri."

Membaca surat al-fatihah

Surat al-Fatihah ini adalah di antara rukun shalat. Hukum membaca surat al-Fatihah adalah wajib, sehingga bila tidak membacanya, maka shalat menjadi tidak sah atau batal.

Anda dapat membaca surat al-Fatihah di sini. Posisi tangan masih bersedekap.

Apabila menjadi imam berjamaah, maka bacaan al-Fatihah secara zahr atau keras atau terdengar oleh makmum di belakangnya.

Bila shalat sendiri, maka cukup dibaca hingga hanya telinga kita yang mendengar.

Membaca surat dalam Al-Quran

Di bagian ini bisa dilakukan bisa juga tidak. Atau langsung rukuk tanpa perlua membaca surat al-quran. 

Bila ingin membaca surat al-quran juga dapat dipilih sesuai kemampuan dan hafalan, entah yang pendek ataupun yang panjang.

Penjelasan

Sebenarnya salat sunah mutlak tata caranya sama dengan salat biasa, tanpa perlu ada bacaan khusus, atau doa khusus, persis selayaknya salat pada umumnya. 

Keutamaan salat sunah mutlak

Dari Rabi’ah bin Ka’b al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

Aku pernah tidur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku layani beliau dengan menyiapkan air wudhu beliau dan kebutuhan beliau. Setelah usai, beliau bersabda: “Mintalah sesuatu.” Aku menjawab: ‘Aku ingin bisa bersama anda di surga.’ Beliau bersabda: “Yang selain itu?” ‘Hanya itu.’ Kataku. Kemudian beliau bersabda,

فَأعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Jika demikian, bantulah aku untuk mewujudkan harapanmu dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim).

Dalam hadis yang lain, dari Ma’dan bin Abi Thalhah al-Ya’mari mengatakan,

Saya pernah bertemu Tsauban, budak yang dibebaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pun bertanya kepadanya, ‘Tolong ceritakan kepadaku, amalan apa yang bisa menjadi sebab Allah memasukkanku ke dalam surga?’ Dalam riwayat yang lain: ‘Sampaikan kepadaku amalan yang paling dicintai Allah?’ Tsauban pun terdiam. Kemduian aku mengulangi pertanyaanku tiga kali. Setelah itu beliau menjawab, ‘Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau menjawab:

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ، فَإِنَّكَ لا تَسْجُدُ، سَجْدَةً إِلا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

“Perbanyaklah bersujud. Karena tidaklah kamu bersujud sekali, kecuali Allah akan mengangkat satu derajat untukmu dan menghapus satu kesalahan darimu.” (HR. Muslim).

Dalam satu riwayat yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin berikut;

قال أنس قال النبي صلى الله عليه وسلم من صلى ليلة الجمعة صلاة العشاء الآخرة في جماعة وصلى ركعتي السنة ثم صلى بعدهما عشر ركعات قرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وقل هو الله أحد والمعوذتين مرة مرة ثم أوتر بثلاث ركعات ونام على جنبه الأيمن وجهه إلى القبلة فكأنما أحيا ليلة القدر

Anas bin Malik berkata bahwa Nabi  shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa melaksanakan sholat Isya’ pada malam Jumat secara berjemaah, lalu melaksanakan sholat ba’diyah dua rakaat, kemudian setelah dua rakaat ba’diyah tersebut melaksanakan sholat sebanyak sepuluh rakaat, pada masing-masing rakaat membaca surah Al-Fatihah, surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq dan surah Al-Nas masing-masing satu kali, kemudian melaksanakan sholat witir tiga rakaat, dan dia tidur dengan miring pada bahu sebelah kanan dan menghadapkan wajahnya pada kiblat, maka dia seakan-akan telah menghidupkan malam lailatul qadar. (*)

Harga Daging Ayam di Pasar Bersehati Kota Manado Turun Sejak PPKM, Pedagang Mengeluh

Atlet Indonesia Cabor Bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020 dapat Rapor Sempurna

Ingat Della Puspita? Sudah 8 Tahun Jadi Janda Dua Anak, Begini Kabarnya Sekarang

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved