Breaking News:

Pedagang Pasar Tradisional di Siau Terpaksa Turunkan Harga 

mereka harus mencari cara agar di tengah penerapan PPKM ini dagangan mereka tetap laku terjual

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Suasana pasar tradisional di Kabupaten Sitaro 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Kebijakan itu ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 440/21.4377/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Sulawesi Utara.

Dalam edaran tersebut diatur berbagai pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk jam operasional pasar trandisional, pasar swalayan serta tokoh kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari sampai pukul 20.00 Wita.

Selain itu, pengunjung pasar juga dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas yang ada. Kondisi ini berdampak pada pendapatan para pedagang atau penjual di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Atas kondisi itu mereka harus mencari cara agar di tengah penerapan PPKM ini, dagangan mereka tetap laku terjual dan bisa memperoleh pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menurunkan harga jual.

"Memang sejak ada PPKM ini, pendapatan menurun jauh dari sebelumnya. Makanya kami menjual dengan harga yang lebih murah, supaya banyak pembeli," ujar ian, salah satu pedagang asesoris handphone yang berjualan di Pasar Ondong Siau, Kamis (22/7/2021).

Menurut Rian, pasca penerapan PPKM, banyak perubahan yang terjadi. Mulai dari menurunnya jumlah pembeli hingga berbuntut pada merosotnya pendapatan. Di lain sisi, ia mengaku harus terus berusaha di tengah kondisi yang ada karena membutuhkan pemasukan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

"Memang cukup berat, karena kita pedagang harus tutup lebih awal. Mau tidak mau harus ikut ketentuan pemerintah," lanjutnya.

Ia pun berharap, wabah Covid-19 yang menjadi penyebab diterapkannya PPKM Mikro bisa berakhir. Dengan demikian, tak ada lagi pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah.

"Supaya masyarakat sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa," kuncinya.

Sejalan dengan itu, Suliastri, pedagang pakaian di Pasar Ondong juga mencari cara lain agar barang dagangannya bisa terjual di tengah pembatasan saat ini. "Saat ini pasar sangat sepih, makanya saya dan teman-teman lain turun ke kampung-kampung untuk berjualan," ungkap Suliastri.

Di samping itu, metode penjualan secara kredit juga diberikannya kepada para pelanggan. "Jadi kalau yang datang ke pasar itu, ada yang membeli, ada juga yang mengantar uang setorang," tambahnya.

Pantauan Tribunmanado.co.id di sejumlah pasar tradisional di Sitaro terlihat jumlah pengunjung yang menurun drastis. Keramaian sedikit terlihat pada penjual kebutuhan pokok, termasuk pedagang ikan serta bumbu dapur. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved