Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Sosok Indra Rudiansyah, Pemuda Indonesia yang Terlibat Dalam Riset Vaksin AstraZeneca

Indra Rudiansyah pernah terlibat dalam pengembangan vaksin rotavirus dan novel polio di Biofarma setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dok. Pribadi Indra Rudiansyah via Kompas.com
Sosok Indra Rudiansyah, mahasiswa doktoral asal Indonesia yang bekerjasama dengan ilmuwan Sarah Gilbert dalam menemukan vaksin AstraZeneca. 

TRIBUNMANAD'O.CO.ID - Nama Indra Rudiansyah, mahasiswa doktoral asal Indonesia yang kuliah di Inggris, mendadak viral di Indonesia.

Indra diketahui menjadi salah satu peneliti yang bekerja bersama ilmuwan Sarah Gilbert dalam menemukan vaksin AstraZeneca.

AstraZeneca diketahui adalah  vaksin Covid-19 termurah yang dipakai di berbagai negara.

Sumbangan vaksin AstraZeneca dari Jepang sebanyak 998.400 dosis yang dikemas dalam 13 box tiba di Indonesia pada Kamis (1/7/2021).
Sumbangan vaksin AstraZeneca dari Jepang sebanyak 998.400 dosis yang dikemas dalam 13 box tiba di Indonesia pada Kamis (1/7/2021). (tribunnews.com)

Dikutip dari Kompas.com, Indra Rudiansyah adalah mahasiswa program doktoral di Universitas Oxford.

Indra tergabung dalam tim Jenner Institute di bawah pimpinan Sarah Gilbert

Di bawah komando Sarah Gilbert, tim Jenner Institute bekerja sejak 20 Januari 2020 untuk menguji coba vaksin virus corona di Pusat Vaksin Oxford.

Para peneliti saat itu kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk menjalankan riset dengan urgensi tinggi.

Semua orang akhirnya diperbolehkan bergabung untuk mempercepat proses produksi vaksin.

Indra Rudiansyah, mahasiswa yang sedang menerima beasiswa LPDP masuk ke tim dan membantu proses uji klinis.

Tugas Indra adalah menguji antibody response dari para relawan yang sudah divaksin.

Ternyata, Indra Rudiansyah sebelumnya memiliki pengalaman dalam pengembangan sejumlah vaksin.

Indra Rudiansyah terlibat dalam pengembangan vaksin rotavirus dan novel polio di Biofarma setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Saya tentunya sangat bangga bisa tergabung dalam tim untuk uji klinis vaksin Covid-19 ini, meskipun ini bukan penelitian utama untuk thesis saya," ujar dia seperti dimuat di Kompas.com. 

Indra memang sedang menjalani pendidikan S3 Clinical Medicine di Universitas Oxford dengan penelitian thesis terkait vaksin malaria.

Namun, langkahnya diambil sebagai sikap nyata untuk berpartisipasi dalam pembuatan vaksin yang sedang dibutuhkan banyak orang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved