Breaking News:

PPKM Darurat

Nasib Pengusaha Terdampak PPKM, Pajak Tetap Ditagih, saat Normal Kami Diminta Jadi Pelanggan

Seperti yang diketahui PPKM Darurat membuat pengusaha harus kehilangan mata pencaharian mereka.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun Manado
Ilustrasi PPKM Darurat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui PPKM Darurat membuat pengusaha harus kehilangan mata pencaharian mereka.

Pengusaha bahkan mengungkit pajak yang tetap ditagih padahal usahanya ditutup, dan tak ada bantuan dari pemerintah.

Berikut ini penjelasan dari pengusaha yang terdampak PPKM Darurat.

Baca juga: Ingat Kivlan Zen? Eks Kepala Staf Kostrad Sedih Dituduh Profokator, Ungkap Perannya untuk NKRI

Baca juga: Statuta Universitas Indonesia Diubah, Rektor Ari Kuncoro Dinilai Tetap Tak Sah Rangkap Jabatan

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Para pengusaha mengeluhkan tidak adanya bantuan dari pemerintah ke pelaku usaha yang terdampak dari penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, pelaku usaha sampai saat ini masih ditagih pajak dari pusat maupun daerah, padahal kondisinya sedang mengalami kesusahan keuangan akibat PPKM Darurat.

"Pajak tetap ditagih, mereka beralasan ini sudah sistem.

Kemudian sama PLN soal listrik juga sudah diskusi, tapi tidak ketemu jalan keluar," tutur Yuno secara virtual, Rabu (21/7/2021).

"Saat normal, kami diminta jadi pelanggan yang premium untuk support mereka, kami lakukan.

Tapi ketika ada masalah, ternyata susah sekali ada kelonggaran itu dan sekarang kami rasakan tidak ada kompensasinya," sambung Yuno.

Menurutnya, PPKM Darurat yang berlangsung di Jawa dan Bali, juga berdampak terhadap hotel maupun restoran yang ada di daerah karena pasar terbesar berasal dari Pulau Jawa.

"Meskipun hotel masuk sektor esensial dibatasi 50 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved