Breaking News:

Berita Sitaro

Jamaah Al-Jihad Ulu Siau Sitaro Gelar Solat Idul Adha di 8 Lokasi

Pengurus Masjid Al-Jihad Ulu Siau membagi lokasi pelaksanaan Shalat Id agar tidak terpusat di gedung masjid yang terletak di Kelurahan Tarorane Kecama

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Aldi Ponge
Tribun Manado/Oktavian Hermanses
Suasana Shalat Idhul Adha di Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (20/07/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado- Perayaan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 membuat umat Islam, termasuk di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara, tidak bisa melaksanakan Salat Id secara berjamaah.

Pasalnya, pelaksanaan Salat Id maupun kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya mengumpulkan orang banyak berpotensi menimbulkan penyebaran virus corona.

Pengurus Masjid Al-Jihad Ulu Siau membagi lokasi pelaksanaan Shalat Id agar tidak terpusat di gedung masjid yang terletak di Kelurahan Tarorane Kecamatan Siau Timur.

Ketua Badan Tak'mirul Masjid (BTM) Al-Jihad Ulu Siau, Junus Noe mengatakan, lokasi-lokasi yang menjadi tempat dilaksanakannya Shalat Id bagi kaum mislimin dan muslimah di wilayah Siau berlangsung di delapan lokasi yakni:

  1. Halaman depan BRI dan Bank Sulutgo di Kelurahan Tarorane,
  2. Rumah salah satu jamaah di Kelurahan Tarorane,
  3. Kompleks PLN Kelurahan Tarorane,
  4. Belakang Mini Market Kelurahan Tarorane,
  5. TK Muslim belakang kantor Samsat Sitaro,
  6. Rumah salah satu jamaah di kompleks Masjid Al-Jihad Ulu Siau,
  7. Gedung Masjid Al-Jihad Ulu Siau serta
  8. Daerah Ondong.

"Jalannya shalat id sesuai edaran Kementerian Agama dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan diawasi langsung oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan dan unsur pemerintah, TNI dan Polri," ungkap Noe, Selasa (20/7/2021).

Meski harus dilaksanakan secara terpisah, namun Noe menyebut, kondisi ini tak menghilangkan makna dari perayaan Idul Adha.

Di mana sebagai umat Islam, pihaknya merasa perlu untuk terlibat dan berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Memang ini menjadi hal yang baru bagi kita dalam merayakan Idul Adha dengan berbagai pembatasan. Tapi kita yakini bersama, bahwa ini semua adalah teguran agar kita bisa kembali melihat kebesaran Allah," ujar Noe.

Setelah Shalat Id, Noe bilang pihaknya melalui panitia akan melakukan pemotongan delapan ekor sapi dan empat ekor kambing kurban, untuk selanjutnya dibagikan kepada seluruh umat yang ada di wilayah Siau.

"Proses pendistribusian hewan kurban akan diantar langsung oleh panitia ke rumah-rumah jamaah. Jadi tidak ada lagi kerumunan atau antrian pengambilan hewan kurban," kunci Noe.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved