Breaking News:

Sidang Vonnie Panambunan

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Kuasa Hukum Vonnie Panambunan

Dalam sidang kali ini, JPU menyatakan keberatan terhadap eksepsi yang dibacakan oleh tim Penasehat Hukum VAP minggu lalu.

Editor: Aldi Ponge
Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Situasi Sidang ke-3 kasus proyek pemecah ombak Likupang dengan terdakwa Mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan (VAP) di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (19/7/2021).   

Laporan Wartawan Tribun Manado Isvara Savitri

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sidang ke-3 kasus proyek pemecah ombak Likupang dengan terdakwa Mantan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) telah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, Senin (19/7/2021).

Sidang kali ini beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dian Subdiana dan Ryandow Tuwaidan terhadap eksepsi yang diajukan oleh tim Penasehat Hukum Vonnie Panambunan, Stevie Dacosta dkk yang sudah dibacakan minggu lalu.

Dalam sidang kali ini, JPU menyatakan keberatan terhadap eksepsi yang dibacakan oleh tim Penasehat Hukum VAP minggu lalu.

Sebelumnya diberitakan, tim Penasehat Hukum VAP telah membacakan eksepsi atau keberatan terhadap persidangan kasus proyek pemecah ombak yang sedang berjalan.

Beberapa poin keberatan yang disampaikan adalah momen penangkapan dan penahanan VAP, adanya surat penyitaan uang, surat dakwaan yang dianggap tidak sah karena tim Penasehat Hukum VAP menganggap kasus ini lebih tepat ditangani oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), serta pihak Kejaksaan Tinggi yang dianggap merampas harta bergerak milik VAP.

"Intinya tuduhan tim Penasehat Hukum yang sudah dibacakan minggu lalu tidak berdasar karena mereka tidak memperhatikan surat yang dibacakan dalam sidang terdahulu," ujar Dian selaku JPU.

Terkait hal tersebut pihak JPU meminta Majelis Hakim agar tidak menerima eksepsi tersebut dan menerima surat dakwaan dari JPU.

"Kami juga meminta agar sidang tindak pidana korupsi ini dilanjutkan karena telah melalu syarat formil dan materil," tambah Ryandow.

Majelis Hakim yang terdiri Ketua Majelis Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin, Pultoni, dan Andre Koraag akhirnya meminta waktu menanggapi permintaan JPU tersebut.

"Jadi sidang akan kami lanjutkan minggu depan," ujar Djamaludin sembari mengetuk palu

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved