Breaking News:

Penanganan Covid

Pemkab Sitaro Siapkan Lima Rumah Isolasi Berkapasitas 141 Bed

Olly Dondokambye langsung dengan cepat menginstruksikan kepada bupati dan wali kota se-Provinsi Sulawesi Utara untuk membuka tempat isolasi.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Eks Pasar Mebura menjadi salah satu rumah isolasi yang disiagakan pemerintah daerah sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Sitaro. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Meningkatnya kasus Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara langsung disikapi dengan cepat oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Olly Dondokambye langsung dengan cepat menginstruksikan kepada bupati dan wali kota se-Provinsi Sulawesi Utara untuk membuka tempat isolasi di daerah masing-masing dengan kapasitas 200 bed.

Instruksi itupun langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dengan menyiapkan lima rumah isolasi berkapasitas 141 bed atau tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule mengatakan, lima rumah isolasi dimaksud masing-masing Eks Pasar Mebura Ulu Siau dengan 38 tempat tidur, Eks Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sitaro 23 tempat tidur, Gedung IKM Sitaro di Kelurahan Ondong 14 tempat tidur, BLK Tagulandang 54 tempat tidur serta Pasar Lamanggo Biaro dengan 12 tempat tidur.

Eks Pasar Mebura menjadi salah satu rumah isolasi yang disiagakan pemerintah daerah sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Sitaro.
Eks Pasar Mebura menjadi salah satu rumah isolasi yang disiagakan pemerintah daerah sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Sitaro. (tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

"Semua rumah isolasi ini telah kita siapkan sebagai tindaklanjut instruksi pak gubernur dalam rangka antisipasi lonjakan kasus Covid-19," ungkap Raule, Senin (19/7/2021).

Menurut Raule, selain lima rumah isolasi, pemerintah daerah melalui sebagian pemerintah kampung dan kelurahan di Kabupaten Sitaro juga telah menyiagakan fasilitas rumah isolasi di wilayah masing-masing.

"Jika dihitung keseluruhan, jumlah bed di rumah isolasi yang disiapkan pemerintah daerah dan sebagian pemerintah kampung sudah lebih dari 200 bed sebagaimana instruksi pak gubernur," lanjut Raule.

Dia menjelaskan, rumah-rumah isolasi diperuntukan bagi mereka yang terpapar Covid-19 namun tak menunjukan gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) serta mereka yang bergejala ringan.

"Puskesmas dan Rumah Sakit dikhususkan untuk pasien Covid bergejala sedang dan berat. Ketika faskes sudah penuh, maka pasien yang sudah stabil kondisinya, bisa kita alihkan penanganannya di rumah isolasi sehingga ada tempat kosong bagi pasien bergejala sedang atau berat," terang Raule.

Tak hanya penyediaan 200 bed sebagai tempat isolasi, Raule juga bilang bahwa pemerintah daerah telah menindaklanjuti instruksi Gubernur Olly Dondokambey untuk mengkonversi 30 persen tempat tidur pasien umum guna penanganan pasien Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved